Header Ads

Harga Konsumen Australia Mencatat Kenaikan

Laju inflasi konsumen Australia di periode kuartal terakhir tahun lalu, mencatat kenaikan yang lebih cepat dari perkiraan menyusul pemerintah Australia yang mengubah pendanaan untuk berbagai program stimulus di tengah momentum pemulihan ekonomi.

Australian Bureau of Statistics merilis indeks harga konsumen di periode kuartalan yang naik 0.9%, yang lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 0.7% dari para ekonom seiring dukungan dari kenaikan cukai tembakau, sementara di tingkat tahunan yang juga mencatat kenaikan lebih besar dari perkiraan di angka yang sama.

Kepala Prices Statistics di ABS, Michelle Marquardt mengatakan bahwa sejak terjadinya penurunan 0.3% di periode kuartal Juni, maka kenaikan laju inflasi tahunan mencerminkan pelonggaran kebijakan penitipan anak gratis serta harga bensin yang lebih tinggi secara mayoritas, dan selain itu meningkatnya laju permintaan untuk tempat tinggal baru dapat terlihat dalam persetujuan bangunan yang lebih tinggi untuk rumah dan nilai komitmen pinjaman perumahan yang mencetak rekornya.

Harga konsumen di Australia telah mengalami pukulan oleh arus silang yang disebabkan oleh dampak Covid-19 dan pemerintah telah menghentikan sejumlah program dukungan bagi stimulus untuk area seperti perumahan, yang mana Reserve Bank of Australia telah menyesuaikan kerangka inflasi untuk memungkinkan perekonomian tumbuh menjadi overheating.

Dalam hal ini pihak perusahaan tidak bermaksud untuk memperketat biaya pinjaman sampai inflasi dapat dipertahankan dalam target 2% hingga 3%, sehingga untuk mencapainya dibutuhkan laju pertumbuhan upah yang kuat yang berasal dari pasar tenaga kerja yang lebih ketat, yang mana hasilnya tidak mungkin terjadi dalam waktu singkat di tengah tingkat pengangguran di 6.6%.

Data ini juga memuat ukuran rata-rata inflasi yang dipangkas di periode triwulanan seusai dengan perkiraan, yang mencatat kenaikan 0.4% dan secara tahunan mencatat sedikit kenaikan di 1.2% dari perkiraan di 1.1%, sedangkan ukuran inti lainnya mencatat kenaikan 0.5% dari periode kuartal ketiga terhadap peningkatan tahunan sebesar 1.4%, dari perkiraan kenaikan 0.4% dan 1.2% masing-masing.

Selain itu pemerintah Australia juga merilis kondisi bisnis, yang mengukur tingkat perekrutan, penjualan dan keuntungan yang mengalami lonjakan di bulan Desember hingga ke level tertinggi sejak 2018 lalu.

Indeks ketenagakerjaan dilaporkan mengalami lonjakan, sehingga mencerminkan penguatan pasar tenaga kerja Australia yang telah menyebabkan tingkat pengangguran mengalami penurunan menjadi 6.6% di bulan Desember dari level tertinggi di 7.5% pada bulan Juli.

Terkait data ini Alan Oster selaku kepala ekonom di National Australia Bank Ltd yang menjalankan survei sentimen bisnis, mengatakan bahwa kenaikan indeks ketenagakerjaan menjadi faktor yang menggembirakan, yang mana keuntungan telah terlihat di semua negara bagian terutama di Victoria yang telah menyusul New South Wales dan Queensland, sehingga menjadi berita yang bagus bagi negara bagian yang mengalami perpanjangan kebijakan lockdown.(WD)

Related posts