Header Ads

Harga Konsumen Selandia Baru Tumbuh Solid

Pertumbuhan harga konsumen Selandia Baru solid pada kuartal kedua di belakang kenaikan harga bahan bakar, namun, pintu masih tetap terbuka untuk pemotongan suku bunga resmi pada awal bulan depan.

Dimana berdasarkan laporan data dari kanotr statitsik NZ yang dirilis pad hari Selasa menunjukkan bahwa indeks harga konsumen naik 0.6% pada kuartal kedua dari kuartal pertama, dan sebesar 1.7% dari tahun lalu. Hasil ini sesuai dengan harapan para ekonom.

Sementara harga bensin naik 5.8% pada kuartal kedua setelah jatuh 7.0% pada kuartal pertama. “Harga bensin naik perlahan pada bagian pertama kuartal, mencapai puncaknya pada akhir Mei dan kemudian turun,” kata manajer senior harga NZ Stats Paul Pascoe.

Pasar keuangan mengantisipasi penurunan lebih lanjut dalam suku bunga resmi Bank Sentral Selandia Baru pada bulan Agustus dari 1.50% menjadi 1.25%, dengan para pembuat kebijakan khawatir tentang risiko eksternal dan bukti perlambatan yang lebih luas dalam perekonomian tahun ini.

Data survei bisnis baru-baru ini menunjukkan risiko penurunan untuk pertumbuhan PDB sementara kepercayaan bisnis berada pada titik terendah sejak awal 2009.

Gubernur RBNZ Adrian Orr telah memperingatkan risiko yang tumbuh terhadap pandangan Selandia Baru dari perang dagang antara AS dan China, dengan ekonomi kecil yang kaya pertanian sangat bergantung pada ekspor.

RBNZ memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak akhir 2016 di bulan Mei sebagai tanggapan terhadap meningkatnya risiko eksternal dan perlambatan secara lokal.

Related posts