Harga Minyak Bergerak Lebih Tinggi Namun Masih Terbatas

Harga minyak mentah berjangka bergerak sedikit lebih tinggi di sesi perdagangan hari ini dengan tingkat keuntungan yang dibatasi oleh dampak ekonomi yang semakin meluas akibat dari epidemi virus corona yang berawal dari Cina.

Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate bergerak 0.78% lebih tinggi hingga saat memasuki sesi perdagangan waktu Eropa pada siang hari ini.

Saat ini Cina tengah berjuang untuk mendapatkan kembali jalur produksi mereka, setelah memberlakukan penguncian ketat di seluruh kota serta pembatasan perjalanan dalam upaya untuk mengendalikan penyebaran virus.

Data resmi menunjukkan kasus-kasus baru di provinsi Hubei turun untuk hari kedua berturut-turut, meskipun jumlah kematian meningkat, dan Organisasi Kesehatan Dunia sebelumnya memperingatkan tidak ada cukup data untuk mengetahui apakah epidemi itu dapat diatasi.

Hingga saat ini harga minyak mentah telah mengalami kenaikan sekitar 8% sejak mencapai posisi terendahnya di tahun ini sekitar sepekan lalu, namun penurunan tajam di harga minyak berpotensi mendorong OPEC dan sekutunya untuk memperdalam kebijakan pengurangan pasokan.

Kelompok yang lebih dikenal dengan OPEC+ berkeinginan untuk mencegah terjadinya overhang terhadap pasokan minyak dunia, yang disebabkan oleh penurunan laju permintaan di tengah krisis kesehatan yang berpusat di Cina, sebagai negara importir minyak terbesar dunia.

Merujuk pada sejumlah tanda-tanda memluasnya dampak lebih lanjut dari wabah virus, laju ekspor Jepang di bulan Januari dilaporkan turun selama 14 bulan berturut-turut yang diakibatkan oleh penurunan indeks belanja modal.

Hal ini terjadi setelah data yang dirilis pada hari Senin lalu menunjukkan bahwa ekonomi Jepang mengalami kontraksi di kuartal terakhir tahun lalu, dalam laju tercepatnya sejak 2014 silam, serta potensi terjadinya resesi di negara ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut yang disebabkan oleh epidemi virus corona yang semakin melebar.(WD)

Related posts