Harga Minyak Bergerak Lebih Tinggi Terkait Komentar Khalid al-Falih

Harga minyak mencatat kenaikan di sesi perdagangan hari ini dari posisi terendahnya dalam lima bulan sepanjang pekan ini, menyusul tanda-tanda bahwa OPEC beserta negara produsen lainnya berpotensi memperpanjang kesepakatan pengurangan output produksi mereka.

Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate hingga saat ini terpantau turun tipis 0.09% setelah sebelumnya mencatat kenaikan 49 sen. Lonjakan harga minyak ini terjadi setelah Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan dalam sebuah konferensi pers di St Petersburg, Rusia bahwa harga minyak di $60 per barrel masih terlalu rendah untuk memberikan dukungan bagi laju investasi di industri tersebut. Lebih lanjut Falih mengatakan bahwa dirinya tidak ingin meningkatkan produksi minyak Arab Saudi guna menebus harga minyak yang lebih rendah.

Kesepakatan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen lain termasuk Rusia untuk mengurangi produksi sebesar 1.2 juta barel per hari habis pada akhir bulan ini. Falih tidak berpikir bahwa akan ada kebutuhan untuk memperdalam pemangkasan produksinya dan dirinya berharap bahwa itu akan menjadi keputusan yang mudah, namun jika tidak pihak Arab Saudi akan bersikap lebih fleksibel di posisinya sebagai produsen utama minyak dunia.

Saat ini tingkat pasokan juga dibatasi oleh sanksi AS terhadap ekspor minyak dari Iran dan Venezuela. Akan tetapi sentimen permintaan terhadap komoditas minyak masih lemah di tengah munculnya tanda-tanda baru dari kemunduran ekonomi global, serta ditambah perang dagang yang semakin instensif antara AS dengan Cina. Selain itu ancaman kebijakan tarif AS terhadap Meksiko tentunya bisa meningkatkan tensi ketegangan perdagangan global.

Dalam sebuah catatannya Commerzbank mengatakan bahwa data ekonomi yang lemah serta konflik perdagangan yang semakin melebar, telah membuat prospek permintaan terhadap minyak menjadi semakin suram. Untuk itu piha Commerzbank telah merevisi perkiraan untuk harga minyak mentah berjangka jenis Brent Crude Oil untuk kuartal ketiga tahun ini menjadi $66 per barrel.(WD)

Related posts