Harga Minyak Berpotensi Membukukan Kenaikan Mingguan

Harga minyak masih menunjukkan kenaikannya di sesi perdagangan hari ini, sekaligus masih tetap berada di jalur kenaikan mingguan pertama di bulan ini, seiring masih tingginya tensi ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terjadinya gangguan terhadap pasokan minyak mentah dunia.

Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate mencatat kenaikan 0.7%, yang mana ini merupakan kenaikan dalam empat hari terakhir untuk menuju kenaikan mingguan 2.7% untuk pertama kalinya dalam empat minggu terakhir.

Meningkatnya tensi ketegangan geopolitik di wilatah Timur Tengah semakin tinggi, menyusul serangan udara ke ibukota Houthi, Sanaa oleh pasukan koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi di wilayah Yaman. Awal pekan ini para staf keduataan besar Amerika di Baghdad telah dievakuasi, sementara Presiden Donald Trump telah memerintahkan pengerahan sejumlah kapal induk, pesawat pembom B-52 serta rudal Patriot ke Timur Tengah.

Melalui e-mail, Stephen Innes, kepala strategi perdagangan dan strategi pasar di SPI Asset Management mengatakan kepada Reuters, bahwa dengan tingginya ketegangan seperti saat ini dan pengerahan pasukan militer dalam skala besar oleh AS, maka kesalahan sekecil apapun yang dilakukan oleh Iran akan memicu meletusnya perang di wilayah tersebut.

Dengan demikian terdapat banyak risiko terhadap pasokan minyak dengan tensi ketegangan sebesar itu, sehingga harga minyak bisa kembali berada di harga tertingginya di tahun ini yang dicapai pada bulan April lalu. Akan tetapi Trump mengatakan kepada penasihat utamanya bahwa dirinya tidak ingin melibatkan AS dalam kancah peperangan dengan Iran.

Selain itu pasar komoditas minyak juga tengah menunggu keputusan dari OPEC dan negara produsen minyak di luar OPEC lainnya, mengenai apakah mereka akan melanjutkan pemangkasan output produksi yang telah memberikan dukungan bagi harga minyak lebih dari 30% sepanjang tahun ini.

Pada akhir pekan ini, para negara-negara anggota OPEC akan mengadakan pertemuan komite pemantauan setingkat menteri di Arab Saudi, untuk memberikan penilaian terhadap komitmen negara-negara anggota OPEC dalam kesepakatan mengurangi produksi minyak mereka.(WD)

Related posts