Header Ads

Harga Minyak Dunia Mencoba Rebound Di Tengah Tekanan Terhadap Sentimen Pasar

Harga minyak kembali naik di sesi perdagangan hari ini setelah Kementerian Utama Perminyakan Timur Tengah menyarankan pasar untuk menyeimbangkan kembali harga minyak di pasaran, namun sentimen investor nampaknya masih tetap berada di bawah tekanan berlebihnya pasokan minyak dunia serta meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar.

Salah seorang analis di pialang London, PVM Oil, Stephen Brennock mengatakan bahwa harga minyak akan kembali menguat di balik retorika bullish dari para pejabat OPEC. Sejumlah investor sedikit meragukan rencana pengurangan pasokan oleh OPEC dan negara produsen minyak utama lainnya seperti Rusia, untuk menyeimbangkan harga minyak di pasar.

Sebelumnya diberitakan bahwa OPEC dan sekutunya telah sepakat untuk mengurangi output minyak hingga sebesar 1.2 juta barrel per hari di bulan Januari mendatang, yang akan mendapat peninjauan kembali di pertemuan OPEC pada bulan April.

Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail al-Mazrouei mengatakan kepada para wartawan di Dubai bahwa pasar minyak global tengah dalam kondisi koreksi dan beliau mengharapkan bahwa semua pihak untuk mengurangi pasokan minyak di bawah kesepakatan yang akan dicapai di awal bulan ini di Wina, Austria. Hingga saat ini produksi minyak Rusia telah mencapai rekor tertingginya di 11.42 juta per hari di bulan Desember.

Meningkatnya kekhawatiran mengenai lemahnya pertumbuhan di pasar utama seperti Cina dan Eropa turut menjadi faktor suram yang menyelimuti pasar minyak. Harga minyak disinyalir telah menemukan sejumlah faktor pendukung sepertti laporan dari perusahaan jasa energi Baker Hughes yang mengatakan bahwa pengebor minyak di AS telah mengurangi aktifitas pengeboran di rig minyak dalam kurun waktu seminggu hingga 14 Desember lalu. Namun demikian jumlah rig AS saat ini yang berfungsi sebagai indikator awal untuk output minyak AS di masa mendatang, berada dalam jumlah yang lebih tinggi dibanding tahun lalu.(WD)

Related posts