Harga Minyak Jatuh Seiring Pemberlakuan Tarif AS-Cina

Harga minyak mentah mengalami penurunan di sesi perdagangan awal pekan ini, seiring diberlakukannya kebijakan tarif baru oleh AS dan Cina yang mulai berlaku di hari Minggu kemarin, yang meningkatkan kekhawatiran lebih lanjut terhadap pertumbuhan global dan prospek permintaan minyak mentah dunia.

Washington telah memberlakukan tarif sebesar 15% untuk berbagai produk impor dari Cina, termasuk alas kaki, smart watch dan televisi layar datar, di saat yang bersamaan ketika Cina memberlakukan bea masuk baru terhadap produk minyak mentah AS, yang menandai peningkatan terbaru dalam trade war yang berkepanjangan.

Namun demikian Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kedua belah pihak masih akan melakukan pertemuan guna melanjutkan pembicaraan dagang di akhir bulan ini. Dalam cuitannya di media sosial Twitter, Trump menulis bahwa tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan AS terhadap Cina dan dirinya kembali memberikan desakan kepada perusahaan-perusahaan AS untuk mencari pemasok alternatif di luar Cina.

Kebijakan tarif bea masuk dari pemerintah Beijing sebesar 5% terhadap produk minyak mentah AS, yang menandai untuk pertama kalinya bagi produk bahan bakar yang telah ditargetkan sejak dua negara ekonomi terbesar dunia, memulai perang dagang mereka lebih dari setahun lalu.

Samuel Siew selaku analis investasi di Phillip Futures di Singapura, mengatakan bahwa meskipun Presiden Trump menepis kekhawatiran mengenai perang dagang yang berkepanjangan, namun dirinya menilai bahwa eskalasi terbaru tidak akan menghasilkan kesepakatan perdagangan antara kedua negara dalam waktu dekat.

Sementara itu di tempat lain, produksi minyak dari negara anggota OPEC, mencatat kenaikan di bulan Agustus yang merupakan kenaikan untuk bulan pertama di tahun ini, seiring jumlah pasokan minyak yang lebih tinggi dari Irak dan Nigeria yang melebihi pengekangan oleh eksportir utama Arab Saudi dan kerugian yang disebabkan oleh sanksi AS terhadap Iran.(WD)

Related posts