Header Ads

Harga Minyak Kembali Menguat Di Tengah Sanksi AS Terhadap Venezuela

Harga minyak mentah dunia kembali menguat di sesi perdagangan hari ini akibat kekhawatiran potensi gangguan terhadap pasokan minyak menyusul sanksi AS terhadap Venezuela yang menimbulkan tekanan lebih besar dibandingkan kecemasan terhadap prospek perlambatan ekonomi global.

Minyak berjangka jenis West Texas Intermediate mencatat kenaikan 0.4% di sesi perdagangan pagi hari tadi. Kenaikan ini melanjutkan pergerakan di hari sebelumnya yang mencatat kenaikan 2%, disaat pasar mencerna sanksi AS terhadap ekspor minyak Venezuela.

Pada awal pekan ini pemerintah Washington telah mengeluarkan pengumuman sanksi ekspor minyak terhadap perusahaan milik negara Venezuela, Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) yang membatasi transaksi antara perusahaan AS yang melakukan bisnis dengan negara tersebut melalui pembelian minyak mentah dan penjualan produk olahannya. Tujuan dari diberlakukannya sanksi itu adalah untuk membekukan hasil penjualan ekspor minyak ke AS oleh PDVSA yang mencapai 500 ribu barrel per harinya.

Vandana Hari dari konsultan energi Vanda Insight, mengatakan bahwa sejauh ini sanksi tersebut sebagian besar telah menimbulkan gangguan bagi perusahaan penyulingan minyak di Gulf Coas AS, yang dipaksa untuk mencari alternatif pasokan minyak mentah sekaligus juga telah meningkatkan pembelian minyak dari Kanada. Namun demikian nampaknya ekspor minyak dari Kanada akan dibatasi oleh adanya hambatan di kapasitas pipa pengirimannya.

Akan tetapi sejumlah analis menilai bahwa perusahaan perdagangan minyak non-AS yang beroperasi di pasar minyak AS, kemungkinan besar masih akan mencoba untuk menghindari berurusan dengan Venezuela. Lebih lanjut diperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global dan tingkat konsumsi bahan bakar dunia, akan mengalami perlambatan di tahun ini seiring belum berakhirnya pembicaraan mengenai sengketa perdagangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia, AS dan Cina.

Sejumlah kalangan analis lainnya mengacu kepada lemahnya ekonomi sebagai upaya untuk mengimbangi laju penawaran pasar guna memperketat harga pasar, salah satunya dengan langkah pemangkasan produksi minyak oleh negara-negara angoota OPEC.(WD)

Related posts