Header Ads

Harga Minyak Kembali Merosot Di Bawah $30 Per Barrel

Minyak mentah berjangka AS mencatat penurunan di bawah $30 per barrel di sesi perdagangan hari ini, karena penurunan suku bunga darurat oleh Federal Reserve AS dan mitra globalnya gagal menjinakkan pasar, serta ditambah data produksi pabrik China anjlok pada laju paling tajam dalam 30 tahun di tengah penyebaran virus corona.

Hingga saat ini minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate jatuh 8.91% ke $29.98 per barrel, sementara jenis Brent Crude turun 7.3% ke harga $31.37 per barrel.

Selain pemangkasan suku bunga dari Federal Reserve dan RBNZ, bank of Japan juga dilaporkan kembali menerapkan kebijakan pelonggaran moneternya lebih lanjut dalam pertemuan darurat siang hari waktu setempat.

Hal ini dinilai oleh kepala Strategi pasa di FXTM, Hussein Sayed bahwa gambaran saat ini jelas bahwa bank sentral utama di seluruh dunia, telah menggunakan semua alat kebijakan mereka yang tersedia untuk mencegah krisis, namun nampaknya ketakutan terhadap pandemi telah mengambil alih sentimrn para investor.

Sementara itu dilaporkan bahwa output industri China turun sebesar 13.5%, jauh lebih besar dari yang diperkirakan di periode Januari-Februari dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Namun Warren Patterson selaku analis di ING, mengatakan bahwa faktor lain yang menawarkan dukungan yang relatif lebih besar kepada WTI adalah kabar bahwa Presiden Donald Trump telah memerintahkan untuk mengisi cadangan minyak strategis AS saat di evel harga saat ini yang lebih rendah.

Diketahui sebelumnya bahwa Presiden A.S. Donald Trump mengatakan bahwa AS akan mengambil keuntungan dari harga minyak yang rendah dan mengisi cadangan minyak mentah darurat negara itu, dalam sebuah langkah yang bertujuan untuk membantu produsen energi berjuang dari kejatuhan harga.

Harga minyak juga berada di bawah tekanan kuat pada sisi pasokan, karena eksportir utama Arab Saudi meningkatkan produksinya dan memangkas harga untuk meningkatkan penjualan ke Asia dan Eropa.

Walaupun terjadi penurunan harga minyak dan gas alam di pekan lalu, akan tetapi jumlah rig pengeboran minyak AS yang beraktifitas naik di pekan kedua secara berturut-turut hingga ke level tetingginya sejak Desember lalu, namun jumlah ini diperkirakan akan turun karena produsen tengah memperdalam pemangkasan belanja mereka.(WD)

Related posts