Header Ads

Harga Minyak Kembali Turun Menyusul Kenaikan Persediaan Minyak AS

Harga minyak kembali merosot di sesi perdagangan hari ini setelah adanya laporan bahwa persediaan minyak mentah AS mengalami peningkatan ke level tertingginya sejak Desember 2017 lalu, di tengah tingginya kekhawatiran pasar terhadap melimpahnya pasokan minyak global.

Kenaikan ini tetap terjadi meskipun OPEC telah mengisyaratkan pemangkasan pproduksi untuk menahan laju pasokan minyak guna mencegah penurunan harga minyak lebih lanjut. Minyak jenis West Texas Intermediate turun 28 sen atau 0.5% di kisaran $54.50 di sesi perdagangan waktu Eropa. Lembaga Energy Information Administration (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS naik 4.9 juta barrel menjadi 446.91 juta barrel pada pekan lalu, yang merupakan level tertingginya sejak Desember tahun lalu, sementara laju produksi minyak mentah AS tetap pada rekor 11.7 juta barrel per hari.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa meskipun produksi global tetap berada di level tinggi, namun pasar minyak hanya memiliki sedikit kapasitas cadangan untuk menangani gangguan pasokan yang bisa saja terjadi secara tidak terduga. Saat ini banyaknya pasokan minyak AS dan Kanada tengah menghadapi upaya untuk mencapai pasar seiring peningkatan produsi telah melampaui perluasan pipa untuk pengiriman minyak mentah. Akibatnya pemerintah Federal Kanada saat ini sedang mempertimbangkan proposal dari negara bagian Alberta sebagai penghasil minyak, untuk berbagi biaya guna membeli unit kereta guna memudahkan proses pemindahan minyak ke kilang minyak yang ada di wilayah AS.

Sementara itu negara-negara produsen minyak di Timur Tengah yang mendominasi OPEC, tengah dilanda kekhawatiran mengenai kemunculan pasokan cadangan yang berpotensi menurunkan harga minyak global lebih lanjut. Untuk itu OPEC sedang mempertimbangkan adanya kebijakan pemangkasan produksi saat pertemuan berikutnya di awal Desember, meskipun beberapa negara anggota seperti Iran, diperkirakan akan menolak pengurangan produksinya.

William O’Loughlin, analis investasi di Rivkin Securities Australia, mengatakan bahwa meskipun ada pembicaraan antara negara anggota OPEC dan Rusia, yang kemungkinan akan kembali menyetujui adanya kebijakan pemangkasan produksi minyak, namun masih ada kekhawatiran bahwa tidak semua pihak terkait akan dapat mencapai kesepakatan tersebut.

Beliau menambahkan bahwa saat ini pihak Arab Saudi telah memberikan isyarat adanya kebijakan pemangkasan produksi secara sepihak, namun mereka tetap berhati-hati untuk tidak menimbulkan gangguan terhadap pasokan minyak AS, mengingat bahwa Presiden Donald Trump telah menyuarakan keinginannya terhadap harga minyak yang lebih rendah.(WD)

Related posts