Harga Minyak Masih Tertekan Oleh Kekhawatiran Penyebaran Virus

Harga minyak mentah kembali turun ke level terendahnya dalam tujuh pekan terakhir di sesi perdagangan hari ini, mencatat penurunan lebih dari 1% di tengah kehawatiran bahwa penyebaran virus yang menyerang pernafasan dari Cina dapat menurunkan permintaan terhadap bahan bakar.

Hingga saat ini minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate telah melemah sebesar 0.77% saat memasuki sesi perdagangan waktu Eropa.

Potensi pandemi telah membangkitkan ingatan akan terjadinya epidemi virus SARS (Sudden Acute Respiratory Syndrome) yang mewabah di rentang waktu 2002-2003 silam, yang juga dimulai dari Cina serta merusak pertumbuhan ekonomi dan menyebabkan penurunan di sektor perjalanan.

ING Research mengatakan bahwa risiko turunnya permintaan akibat virus tersebut, tampaknya menjadi kekhawatiran yang semakin besar bagi pasar, dan dengan segala larangan perjalanan yang terjadi akan cenderung membebani permintaan terhadap bahan bakar.

Hal ini terlihat dari langkah yang diambil oleh maskapai penerbangan luar negeri, bersama dengan operator kereta api dari Hong Kong dan tempat lain yang telah mulai mematikan koneksi perjalanan ke wilayah Wuhan.

Sementara itu dalam sebuah catatannya JPM Commodities Research mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan terjadinya kejutan penurunan harga hingga $5 per barrel, jika krisis ini berkembang menjadi epidemi seperti kasus SARS pada waktu silam, berdasarkan pada pergerakan harga minyak secara historis.(WD)

Related posts