Harga Minyak Menguat Seiring Meredanya Kekhawatiran Terhadap Wabah Virus

Harga minyak mentah berjangka memperpanjang kenaikannya di sesi perdagangan hari ini, seiring pemerintah Cina yang melaporkan jumlah harian terendah kasus baru virus corona sejak akhir Januari, memicu investor berharap bahwa permintaan bahan bakar di negara konsumen terbesar kedua dunia tersebut kemungkinan akan pulih dari epidemi.

Menurut rilis data hingga hari Selasa kemarin, tingkat pertumbuhan kasus baru virus corona di Cina telah melambat hingga ke level terendahnya sejak 30 Januari, namun para pakar internasional tetap berhati-hati dalam meramalkan kapan waktunya wabah tersebut akan mencapai puncaknya.

Pembatasan perjalanan ke dan dari China dan program karantina telah mengurangi penggunaan bahan bakar. Dua kilang terbesar Cina mengatakan mereka akan mengurangi pemrosesan sekitar 940 ribu barrel per hari sebagai akibat penurunan konsumsi, atau sekitar 7% dari proses pengolahan ditahun 2019 lalu.

Sebuah sumber mengatakan bahwa negara eksportir minyak utama Arab Saudi telah mengurangi pasokan minyak mentah ke sejumlah negara pembeli di Asia pada bulan Maret mendatang.

Sebelumnya kekhawatiran terhadap permintaan akibat merebaknya wabah virus, telah mengirim minyak mentah jenis Brent dan WTI ke level terendahnya dalam 13 bulan terakhir, yang mana keduanya mencatat penurunan lebih dari 20% dari level tertingginya yang dicapai pada Januari lalu.

Energy Information Administration (EIA) telah memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun ini hingga sebesar 310 ribu barrel per hari akibat konsumsi minyak yang lebih rendah di Cina.

Roger Diwan selaku wakil presiden jasa keuangan di HIS Markit, mengatakan bahwa harga minyak mentah untuk bulan depan turun sekitar 20% sejak dimulainya penyebaran wabah virus, seiring minyak mentah dari Brasil, Afrika Barat dan Rusia yang melalui penyuling independen di Shandong Cina, masih berada di bawah tekanan.

Sementara dari sisi pasokan dilaporkan bahwa OPEC pada pekan lalu telah merekomendasikan pemangkasan lebih lanjut sebanyak 600 ribu barrel per hari guna membendung laju penurunan harga minyak.

Saat ini OPEC tengah menunggu tanggapan dari sekutu mereka, Rusia mengenai apakah mereka akan membantu melaksanakan kebijakan pemangkasan.

Sedangkan data dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik sebanyak 6 juta barrel di pekan ini, menjadi 438.9 juta barrel yang mematahkan ekspektasi analis untuk kenaikan 3 juta barrel.(WD)

Related posts