Harga Minyak Mentah Mengalami Tekanan Dari Data API Dan Kondisi OPEC

Harga minyak mentah global kembali mengalami penurunan lebih lanjut di sesi perdagangan hari ini, menyusul kerugian terbesar dalam periode triwulan dan bulanan, karena kenaikan persediaan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan serta keretakan yang semakin besar dalam OPEC yang semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan minyak.

Minyak mentah berjangka mendekati level terendahnya sejak 2002 di tengah krisis virus corona global yang telah membawa perlambatan ekonomi dunia dan memangkas permintaan minyak.

Sebelumnya kelompok industri American Petroleum Institute melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik sebanyak 10.5 juta barrel di pekan lalu, yang jauh melebihi perkiraan kenaikan 4 juta barrel.

Terkait akan hal ini Hiroyuki Kikukawa selaku general manager of research di Nissan Securities, mengatakan bahwa sentimen pasar komoditas minyak saat ini masih tetap suram karena tidak adanya kejelasan mengenai berapa lama pandemi virus corona ini akan berlangsung.

Selain itu bias bearish di pasar minyak mentah dipicu oleh keretakan yang terjadi di dalam OPEC, yang mana Arab Saudi dan negara anggota OPEC lainnya tidak dapat mencapai kesepakatan di hari Selasa kemarin, untuk melakukan pertemuan di bulan ini guna membahas penurunan harga minyak mentah global.

Salah seorang analis di BNP Paribas Harry Tchilinguirian dalam sebuah laporannya menyebutkan bahwa sangat tidak mungkin OPEC, dengan atau tanpa Rusia atau AS, akan menyetujui solusi mengenai pasokan minyak yang cukup guna mengimbangi tekanan penurunan yang terjadi di harga minyak mentah dunia akhir-akhir ini.

Selain itu adanya kabar yang menyebutkan bahwa para pejabat tinggi AS untuk saat ini sepertinya telah mengesampingkan proposal aliansi dengan Arab Saudi untuk mengelola pasar minyak global, dianggap sebagai salah satu faktor yang memberikan tekanan turun bagi harga minyak mentah dunia.

Saat ini pemerintahan Trump berencana untuk menyewakan ruang bagi perusahaan-perusahaan energi untuk menyimpan minyak di Strategic Petroleum Reserve, setelah upaya sebelumnya untuk membeli jutaan barel untuk persediaan darurat dibatalkan karena kurangnya dana.(WD)

Related posts