Header Ads

Harga Minyak Naik Tipis Menjelang Sesi Perdagangan AS

Harga minyak mentah naik tipis di sesi perdagangan Jumat ini, menyusul gejolak yang terjadi di Venezuela yang meningkatkan peluang pengetatan pasokan global jika pihak AS menjatuhkan sanksi terhadap laju ekspor minyak dari Venezuela.

Namun demikian harga minyak masih terbebani oleh lonjakan stok bahan bakar AS serta kekhawatiran yang masih ada terhadap prospek pembicaraan perdagangan AS dengan Cina. Minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate hingga saat ini telah mencatat kenaikan 0.23%.

Konflik yang terjadi di Venezuela terjadi setelah pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden menggantikan Nicolas Maduro, sekaligus mendapatkan dukungan pengakuan dari Washington dan sejumlah negara Amerika Latin lainnya. Namun demikian Maduro yang telah menjabat sebagai presiden Venezuela sejak 2013 justru bereaksi keras dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan pihak AS.

Salah seorang analis mengatakan bahwa saat ini pasar minyak terpengaruh oleh risiko produksi minyak mentah dari Venezuela yang memang telah mencatat penurunan tajam dalam beberapa tahun terakhirnya. Sementara RBC Eropa meramalkan bahwa sanksi ekspor dari AS berpotensi memangkas output dari perkiraan sebelumnya.

Produksi minyak mentah Venezuela akan turun antara 300 ribu barrel hingga 500 ribu barrel per hari di tahun ini, namun demikian langkah-langkah sanksi ini dapat melanjutkan upaya pemangkasan produksi guna mendukung kenaikan harga minyak mentah dunia.

Akan tetapi di lain pihak harga minyak masih akan mendapatkan beban dari lonjakan stok bahan bakar di AS dan persediaan minyak AS terakhir tercatat naik 8 juta barrel di pekan lalu. Selain itu laju permintaan kemungkinan juga akan mengalami tekanan seiring masih tingginya kekhawatiran terhadap prospek pembicaraan perdagangan AS-Cina yang menimbulkan potensi melambatnya pertumbuhan global.(WD)

Related posts