Header Ads

Harga Minyak Sedikit Berubah Seiring Peningkatan Stok Minyak AS

Pergerakan harga minyak mentah berjangka sedikit mereda di sesi perdagangan awal hari ini, seiring data industri yang menunjukkan adanya peningkatan stok minyak mentah AS dan perkiraan produksi minyak mentah AS yang mengalami penurunan kurang dari perkiraan, sehingga menambah kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan minyak global.

Minyak mentah berjangka jenis Brent Crude mencatat penurunan 0.3%, sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate AS mencatat penurunan 0.3% ke $40.50 per barrel.

Harga komoditas minyak mentah sedikit berubah dari sesi perdagangan sebelumnya, seiring kekhawatiran terhadap lonjakan kasus virus corona secara global yang mempengaruhi laju pemulihan permintaan terhadap bahan bakar.

Kelompok industri American Petroleum Institute mengatakan bahwa pada pekan lalu data yang memuat stok minyak mentah AS dilaporkan naik, meskipun persediaan bensin dan distilasi turun lebih dari yang diharapkan.

Sementara laporan resmi dari Energy Information Administration’s (EIA) menyampaikan bahwa produksi minyak mentah AS diperkirakan akan turun sebanyak 600 ribu barrel per hari di tahun ini, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di angka 670 ribu barrel per hari.

Namun demikian mereka juga memperkirakan bahwa permintaan minyak mentah global akan pulih di tahun 2021 mendatang, seiring perkiraan laju permintaan sebesar 101.1 juta barrel per hari pada kuartal keempat tahun depan.

Hiroyuki Kikukawa selaku general manager of research di Nissan Securities, mengatakan bahwa perkiraan EIA mengenai laju penurunan yang lebih rendah dalam output AS, sebagian diimbangi oleh prospek pemulihan permintaan dari korporasi, sehingga mampu membatasi kerugian di pasar minyak mentah, namun demikian perkiraan terhadap dibatasinya kebijakan pengurangan produksi minyak dari OPEC dan sekutunya pada bulan Agustus serta pergerakan pasar ekuitas AS yang lebih lembut berpotensi menambah tekanan terhadap pasar minyak mentah dunia.

Sementara itu beberapa sumber mengatakan kepada Reuters, bahwa Abu Dhabi National Oil Co berencana untuk meningkatkan ekspor minyak di bulan Agustus, yang menjadi sinyal pertama bahwa OPEC+ tengah bersiap untuk mengurangi rekor penurunan produksi minyak di bulan depan.

Segala hal yang berhubungan dengan kebijakan produksi dari OPEC+ akan sangat dinanti oleh para pelaku pasar komoditas minyak, menjelang pertemuan para menteri utama negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+ pada pekan depan.(WD)

Related posts