Header Ads

Harga Minyak Stabil Di Tengah Kekhawatiran Terhadap Laju Permintaan

Harga minyak terpantau stabil di sesi perdagangan hari ini, namun masih berada di jalur kenaikan mingguan pertamanya setelah turun dalam enam pekan sebelumnya, seiring asumsi bahwa negara produsen utama akan menerapkan penurunan produksi yang lebih dalam guna mengimbangi melambatnya laju permintaan.

Minyak mentah telah jatuh sekitar 20% dari level puncaknya sejak awal tahun ini, karena adanya kekhawatiran kelebihan pasokan minyak yang dikombinasikan dengan kekhawatiran mengenai penurunan permintaan bahan bakar dari Cina sebagai negara konsumen minyak terbesar kedua dunia, pasca serangan wabah virus yang berpotensi melemahkan aktifitas ekonominya.

Namun, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, sedang mempertimbangkan untuk mengurangi produksi hingga 2,3 juta barel per hari sebagai tanggapan terhadap penurunan permintaan.

Akan tetapi para analis memperingatkan dampak permintaan hanya terbatas pada Cina hingga sejauh ini. Pasar mengisyaratkan bahwa beberapa permintaan jangka pendek untuk minyak tetap ada.

Pada hari Kamis kemarin International Energy Agency (IEA), mengatakan bahwa laju permintaan terhadap minyak di periode kuartal pertama tahun 2020 ini akan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya, untuk pertama kalinya sejak terjadinya krisis keuangan di tahun 2009 silam.

Sementara itu dalam sebuah jajak pendapat Reuters terhadap ekonom, memperkirakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Cina akan tumbuh dalam kecepatan paling lambatnya di kuartal ini, namun demikian penurunan ini dinilai hanya bersifat sementara jika wabah tersebut sanggup diatasi oleh pemerintah Cina.(WD)

Related posts