Header Ads

Harga Minyak Terjaga Dari Kejatuhan Karena Sanksi Untuk Iran

Crude Oil

Harga minyak merosot pada sesi perdagangan Senin (13/08) karena meningkatnya ketegangan perdagangan yang memperlemah prospek pertumbuhan permintaan bahan bakar terutama di Asia. Meskipun sanksi AS terhadap Iran masih menunjuk ke arah pasokan yang lebih ketat.

Saat ini, minyak mentah berjangka Brent untuk jatuh tempo bulan depan berada di $ 72,63 per barel, turun 18 sen, atau 0,25 persen dari penutupan terakhir mereka.

Sedangkan minyak berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 67,63 per barel, tidak berubah dari level penutupan terakhirnya.

Tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang melambat dan permintaan bahan bakar yang lebih rendah meningkat, terutama di pasar negara berkembang besar di Asia membebani pasar minyak.

Beberapa analis menganggap bahwa “proteksionisme perdagangan dan ketegangan yang meningkat antara ekonomi terbesar di dunia (Amerika Serikat dan China) telah membayangi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2018.

Pasar telah mengurangi posisi bullish karena faktor kenaikan tingkat produksi dari OPEC dan Amerika Serikat yang diperkirakan akan menambah supply minyak global. Namun begitu, disinyalir ada penggerak harga yang menjaga harga minyak tidak jatuh terlalu jauh.

Amerika Serikat telah mulai menerapkan sanksi baru terhadap Iran, yang dari November juga akan menargetkan sektor perminyakan negara.

Iran adalah produsen terbesar ketiga di antara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Dan sanksi ini dikhawatirkan mengancam supply minyak global.

Related posts