Header Ads

Harga Minyak Turun Ditekan Data Persediaan Minyak Dari API

Peningkatan data industri AS yang mengejutkan memberikan gambaran naiknya persediaan minyak mentah negara tersebut, sehingga membuat harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan, namun ekspektasi laju permintaan terhadap minyak mentah yang lebih besar di tahun depan telah mencegah terjadinya penurunan harga yang lebih besar.

Penurunan tersebut menyusul kenaikan lebih dari 15 di sesi perdagangan sebelumnya seiring kesepakatan perdagangan fase pertama antara AS-Cina pada pekan lalu, telah mengurangi tekanan lebih lanjut terhadap harga minyak mentah.

Sebelum terjadinya kesepakatan itu, pasar minyak terhambat oleh kekhawatiran pasar terhadap dampak ekonomi dari perselisihan perdagangan antara dua negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut.

Stephen Innes selaku ahli strategi pasar di AxiTrader, mengatakan bahwa reli yang terjadi di pasar minyak terhenti setelah kenaikan tidak terduga dalam laporan persediaan minyak mentah dalam periode mingguan di AS. Sementara itu Innes juga menambahkan bahwa para investor telah melampaui euphoria reli perdagangan yang diilhami oleh kesepakatan perdagangan dan saat ini sektor perbankan mengalami perubahan mendasar yang didorong oleh laju permintaan yang dapat mempercepat penyeimbangan di pasar minyak di periode kuartal pertama tahun depan.

Kelompok industri American Petroleum Institute (API), merilis data persediaan minyak mentah AS yang naik sebesar 4.7 juta barrel dalam sepekan yang berakhir di 13 Desember lalu menjadi 452 juta barrel, lebih besar dari ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan 1.3 juta barrel.

Sementara itu Jeffrey Halley yang menjabat sebagai analis pasar senior untuk kawasan Asia Pasifik di OANDA menyampaikan bahwa perkiraan penurunan dalam data invetaris resmi dari Energy Information Administration (EIA) yang dijadwalkan pada hari ini, dapat memberikan lebih banyak dorongan bagi harga minyak, dan penurunan yang terjadi pada hari ini masih terbilang kecil seiring aksi harga minyak yang terus menunjukkan pergerakan yang konstruktif.

Selain itu kebijakan pengurangan produksi yang lebih besar dari lembaga OPEC dan negara produsen sekutunya seperti Rusia, atau yang lebih dikenal dengan OPEC+, turut memberikan dukungan bagi sentimen pasar serta mencegah terjadinya penurunan harga lebih lanjut.

Pada awal bulan ini OPEC+, yang telah memangkas produksi minyaknya sebesar 1.2 juta barrel per hari sejak Januari tahun lalu, telah memutuskan untuk menambah jumlah pengurangan produksi minyaknya lebih lanjut sebanyak 500 ribu barrel per hari menjadi 1.7 juta barrel per hari yang secara efektif akan berlaku pada 1 Januari 2020 mendatang guna memberikan dukungan yang lebih besar bagi pasar minyak.(WD)

Related posts