Header Ads

Harga Minyak Turun Seiring Gagalnya Pertemuan OPEC+

Harga minyak mentah berjangka mengalami penurunan di sesi perdagangan hari ini, sekaligus membalikkan kenaikan di sesi sebelumnya, seiring kekhawatiran terkait apakah produsen minyak mentah utama akan menyetujui untuk memperpanjang kebijakan penurunan produksi serta ditambah kecemasan pasar terhadap peningkatan besar dalam persediaan minyak distilasi AS.

Arab Saudi dan Rusia, dua produsen minyak terbesar di dunia, telah setuju untuk mendukung perpanjangan hingga Juli sebesar 9.7 juta barrel per hari dalam kesepakatan di bulan April saat pertemuan kelompok OPEC+, yang terdiri dari negara produsen anggota OPEC dan negara produsen lainnya di luar OPEC.

Namun kelompok tersebut gagal mencapai kesepakatan untuk melakukan pertemuan di hari ini guna membahas perpanjangan kebijakan pemangkasan. hal ini memberikan cerminan bahwa kelompok tersebut akan kembali kepada keputusan yang telah mereka sepakati di bulan April lalu, yaitu untuk menjalankan pemangkasan pasokan mereka menjadi 7.7 juta barrel per hari mulai bulan Juli mendatang.

Arab Saudi bersama dengan negara produsen minyak di Teluk lainnya, seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab memang tidak berencana untuk memperpanjang pengurangan produksi mereka secara sukarela hingga sebesar 1.18 juta barrel per hari setelah bulan ini, yang mengindikasikan pasokan minyak mentah berpotensi mengalami kenaikan di bulan depan, terlepas dari apapun keputusan yang diambil oleh OPEC+.

Michael McCarthy selaku kepala strategi pasar di MC Market, mengatakan bahwa kenaikan besar dalam persediaan minyak distilasi AS, sebagai konsumen minyak terbesar di dunia, juga memberikan tekanan harga.

Data yang dirilis oleh Energy Information Administration pada hari Rabu waktu AS, menunjukkan kenaikan stok bensin sebanyak 2.8 juta barrel, hampir tiga kali lipat dari yang diperkirakan oleh para analis, sementara stok minyak distilasi mencatat kenaikan hingga 9.9 juta barrel atau hampir empat kali lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya.

Laju permintaan secara keseluruhan untuk solar dan bahan bakar serupa dalam empat pekan terakhir, mencatat penurunan 13% dari periode yang sama di tahun lalu.

Untuk pasokan produk bensin sebagai proksi permintaan dilaporkan meningkat di pekan lalu, namun secara rata-rata dalam empat pekan masih menunjukkan penurunan hingga 23% dari periode yang sama di tahun lalu.(WD)

Related posts