Harga Minyak Turun Seiring Tingginya Kecemasan Pasar Menjelang Sanksi AS Terhadap Iran

Harga minyak mentah tergelincir turun di sesi perdagangan hari ini, seiring meningkatnya sentimen menyusul kekhawatiran atas dampak trade war babak baru antara AS-UE. Penurunan ini tetap terjadi meskipun perkiraan menurunnya jumlah pasokan minyak Iran akibat sanksi AS serta penurunan hasil produksi minyak dari Venezuela.

Kekhawatiran terhadap potensi global trade war muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam untuk menarik diri dari World Trade Organization, yang akan memperdalam perselisihan antara AS dengan mitra dagang utamanya. Sejumlah kalangan menilai bahwa hal ini akan merusak salah satu pondasi sistem perdagangan global, yang notabene diciptakan oleh AS sendiri. S

alah seorang analis Reuters menyampaikan bahwa volume minyak mentah yang tersimpan di cekungan Atlantik, telah mengalami penyusutan dalam beberapa pekan terakhir. Para investor menunjukkan kekhawatirannya mengenai pasokan minyak dari Venezuela yang mengalami penurunan tajam, serta dipangkasnya pasokan minyak mentah Iran menjelang diberlakukannya sanksi AS terhadap pemerintahan Teheran.

Norbert Ruecker, analis komoditas di bank Swiss Julius Baer, mengatakan bahwa batas waktu November untuk mematuhi tuntutan AS terhadap embargo minyak Iran semakin dekat, dan pelaku pasar nampaknya telah mulai mengurangi pembelian mereka untuk mengantisipasi terjadinya gejolak di pasar minyak. Namun demikian masih banyak analis pasar minyak yang menilai bahwa tren kenaikan harga minyak nampaknya masih akan berlanjut di masa mendatang.(WD)

Related posts