Harga Produsen Cina Mengalami Stagnansi Di Bulan Juni

Laju inflasi dari sisi produsen di Cina untuk bulan Juni, secara tidak terduga menunjukkan tidak adanya pertumbuhan dari tahun sebelumnya, yang mana hal ini semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan dalam aktivitas manufaktur Cina yang akan semakin menyeret pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Di sisi lain pertumbuhan harga konsumen di bulan yang sama untuk tingkat tahunan, berada di level tertinggi 15 bulan, akibat kurangnya pasokan daging babi yang dipicu oleh wabah demam babi Afrika serta kondisi cuaca ekstrem yang terus memberikan dorongan naik bagi harga daging babi dan produk buah-buahan.

Indeks harga produsen (PPI) China pada cenderung datar atau tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dibandingkan dengan kenaikan 0.6% di bulan Mei serta perkiraan kenaikan 0.3% oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Stagnansi yang dialami oleh indeks harga produsen yang dipakai sebagai ukuran permintaan industri yang memberikan momentum untuk investasi dan keuntungan dalam ekonomi Cina, dinilai dapat meningkatkan kembali kekhawatiran mengenai deflasi dan sekaligus mendorong pihak berwenang untuk meluncurkan program stimulus yang lebih agresif.

Biro Statistik Nasional mencatat bahwa sektor hulu menjadi sektor yang terlemah dengan penurunan harga produk ekstraksi minyak dan gas alam hingga 1.8% dari tahun sebelumnya, demikian juga dengan sektor pertambangan batubara yang mencatat penurunan.

Meskipun tensi perselisihan dagang antara Beijing dan Washington sedikit mereda, namun para ekonom memperkirakan bahwa tekanan terhadap ekonomi Cina masih akan berlanjut seiring produsen yang mengalihkan proses produksinya ke luar negeri untuk menghindari tarif AS terhadap barang-barang buatan Cina.

Selama bulan Juni lalu aktifitas pabrik di Cina mengalami penyusutan lebih dari yang diharapkan seiring kebijakan tarif dan laju permintaan domestik yang mengalami pelemahan guna mencapai target pesanan baru. Beijing dengan cepat melacak lebih banyak proyek infrastruktur tetapi harga untuk beberapa bahan konstruksi tetap tidak memberikan indikasi adanya pertumbuhan yang signifikan.

Untuk harga spot produksi baja di bulan Juni masih bertahan di bawah level yang tercatat di tahun sebelumnya, dan kemungkinan akan memburuk di bulan berikutnya akibat aktifitas musiman yang mengalami penurunan di tengah tingginya suhu cuaca dan curah hujan yang terjadi di musim panas ini.

Pada awal bulan ini Perdana Menteri Li Keqiang berjanji bahwa pihaknya akan mengimplementasikan alat pembiayaan termasuk memangkas rasio persyaratan cadangan untuk perbankan, guna mendukung perusahaan kecil dan swasta, yang mana hal ini ditanggapi oleh pasar sebagai sebuah harapan untuk adanya langkah-langkah stimulus lebih lanjut.

Sementara itu indeks harga konsumen di bulan Juni, mencatat kenaikan 2.7% di tingkat tahunan, yang didorong oleh kenaikan harga makanan, seperti harga buah yang melonjak 42.7% serta harga daging babi yang naik 2.1% dari tahun sebelumnya. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan para analis yang disurvei oleh Reuters.

Indeks harga makanan di bulan Juni naik 8.3% di tingkat tahunan, dari kenaikan 7.7% di bulan Mei sebelumnya. Sementara pada basis bulanan, laju CPI justru mencatat penurunan 0.1% di bulan Juni.(WD)

Related posts