Header Ads

Harga Rumah Baru Di Cina Tumbuh Sedikit Lebih Cepat

Pada bulan Agustus lalu harga rumah baru di Cina tumbuh sedikit lebih cepat di tingkat bulanan, seiring permintaan konsumen yang menunjukkan tanda-tanda peningkatan di tengah dukungan pemulihan ekonomi dari krisis virus corona.

Biro Statistik Nasional merilis data berdasarkan perhitungan Reuters bahwa harga rumah baru rata-rata di 70 kota besar di Cina mencatat kenaikan 0.6% di bulan Agustus dari bulan sebelumnya, sedikit lebih baik dari kenaikan 0.5% pada bulan Juli, sementara dalam skala tahunan, harga rumah mencatat kenaikan 4.8% di bulan yang sama.

Pasar properti telah menjadi pendorong utama dalam pemulihan ekonomi China, dengan penjualan rumah dan investasi tumbuh dengan kecepatan tinggi dalam beberapa bulan terakhir setelah dicabutnya kebijakan lockdown untuk meredam pandemi virus corona.

Namun demikian para pembuat kebijakan tetap waspada mengenai risiko terjadinya kondisi overheating, yang merupakan salah satu tindakan penyeimbangan utama bagi pihak berwenang saat mereka mencoba memberikan dukungan bagi sektor ekonomi yang dinilai penting, tanpa harus menimbulkan spekulasi yang berlebihan di pasar.

Sejumlah kota besar di Cina, termasuk ibu kota provinsi besar Hangzhou dan Shenyang, telah memberlakukan pembatasan baru terhadap transaksi properti sejak bulan Juli lalu, untuk menahan kenaikan harga yang tajam.

Sebagian besar dari 70 kota yang disurvei oleh NBS melaporkan kenaikan harga bulanan untuk rumah baru, dengan jumlah tidak berubah dari 59 di bulan Juli.

Sementara itu sebuah kota kecil di provinsi Guangdong Selatan, Huizhou yang berdekatan dengan Shenzen, mencatat kenaikan harga di tingkat bulanan sebesar 1.9% yang merupakan catatan terbaiknya di bulan Agustus.

Pihak regulator terkait mengatakan pada bulan lalu bahwa mereka akan menerapkan aturan baru untuk mengontrol likuiditas di pasar real estate dan berusaha untuk menahan tingkat hutang pengembang properti untuk mengurangi risiko di sistem keuangan.

Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan E-house Cina yang berbasis di Shanghai, Yan Yuekin mengatakan bahwa untuk kedepannya pemotongan harga dan promosi penjualan akan menjadi tema utama dan pihaknya tidak menutup kemungkinan terhadap laju kenaikan harga rumah yang akan terus mengalami penyempitan.(WD)

Related posts