Harga Rumah Inggris Mengalami Penurunan

Pada bulan Januari lalu harga rumah di Inggris mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir, sebelum diterapkannya jadwal pemangkasan pajak pada 31 Maret berakhir, yang mana dalam beberapa bulan kedepan harga rumah diperkirakan akan mengalami pelemahan tajam.

Lembaga pemberi pinjaman Nationwide melaporkan bahwa harga rumah mengalami penurunan 0.3% di tingkat bulanan, yang memperlambat laju kenaikan tahunan menjadi 6.4% dari 7.3% di bulan Desember yang merupakan lonjakan terbesarnya dalam enam tahun terakhir, sementara para ekonom memperkirakan kenaikan tahunan sebesar 6.9% dan 0.3% di tingkat bulanan dalam jajak pendapat Reuters.

Robert Gardner selaku kepala ekonom Nationwide mengatakan bahwa sebagian besar perlambatan ini mungkin memberikan cerminan penurunan permintaan menjelang akhir libur bea materai di akhir Maret, sehingga mendorong banyak konsumen mempertimbangkan untuk pindah rumah guna melanjutkan kembali laju pembelian mereka.

Lebih lanjut Gardner menyatakan bahwa jika kebijakan bebas bea materai berakhir sesuai jadwal, dan kondisi pasar tenaga kerja terus mengalami pelemahan seperti yang diperkirakan oleh sebagian analis, maka aktifitas pasar perumahan kemungkinan akan mengalami perlambatan yang tajam dalam beberapa bulan kedepan.

Peningkatan permintaan perumahan melonjak setelah kebijakan lockdown virus corona diberlakukan untuk pertama kalinya di Inggris pada tahun lalu, yang sebagian dibantu oleh pembebasan pajak pembelian properti sementara, serta ditambah para warga yang mencari rumah yang lebih besar sebagai tanggapan atas kebijakan pembatasan lockdown.

Pada awal pekan ini sebuah data dari Bank of England menunjukkan bahwa persetujuan hipotek Inggris tetap mendekati level tertinggi dalam 13 tahun di bulan Desember lalu.

Dilaporkan oleh media Inggris bahwa Menteri Keuangan Rishi Sunak mungkin akan memperpanjang keringan pajak dan dukungan untuk pasar tenaga kerja saat dirinya berusaha untuk membantu perekonomian melalui pandemi Covid-19.(WD)

Related posts