HSBC : Sektor Swasta Cina Akan Memimpin Pertumbuhan Di Tahun Ini

Institusi perbankan asal Inggris, HSBC menilai bahwa sektor swasta Cina, yang mendapat dukungan dari kebijakan stimulus, tengah berada di jalur untuk memimpin pertumbuhan ekonomi Cina, guna menuju pemulihan yang berkelanjutan untuk mencapai target pertumbuhan 6.6% di tahun ini.

Angka perkiraan pertumbuhan tersebut masih diatas konsensus saat ini yang mengatakanbahwa pertumbuhan ekonomi Cina hanya 6.2% di tahun ini. Sejak awal tahun prospek pertumbuhan Cina telah dihiasi oleh pesimisme, akibat dari meredanya laju pertumbuhan di tahun 2018 serta ditambah lagi dengan perang perdagangan dengan AS yang hingga saat ini masih belum mencapai kata sepakat.

Pada bulan lalu pemerintah Cina telah menetapkan target pertumbuhan GDP tahun ini dikisaran antara 6.0% hingga 6.5%, yang masih lebih rendah dibanding tahun lalu di angka 6.5%. Pada tahun lalu pemerintah Cina telah memperkenalkan sejumlah langkah-langkah untuk meredam kekhawatiran yang timbul akibat melemahnya indikator ekonomi. Adapun langkah-langkah tersebut termasuk mendorong bank untuk meningkatkan pinjaman guna memberikan dukungan terhadap laju pertumbuhan, yang mana hal ini bergerak menjauh dari kebijakan yang bertujuan untuk mengekang tingkat hutang.

Sikap pemerintah yang longgar terhadap kebijakan untuk mempercepat pertumbuhan di tahun ini, menyusul pengumuman langkah-langkah stimulus baru di bulan ini oleh Perdana Menteri Li Keqiang, termasuk pemangkasan pajak dan biaya hingga senilai 2 triliun Yuan ($297.73 milliar).

Dalam laporannya pada awal pekan kemarin, HSBC mengatakan bahwa data ekonomi baru-baru ini, termasuk aktivitas manufaktur yang lebih kuat, sehingga memberikan petunjuk bahwa pertumbuhan telah mencapai titik terendahnya dan akan meningkat secara bertahap di kuartal mendatang saat langkah-langkah stimulus mulai dijalankan. HSBC juga mengatakan bahwa mereka melihat pertumbuhan GDP Cina akan mencapai angka 6.7% di kuartal keempat, yang diprediksi akan memberikan dukungan bagi pertumbuhan GDP tahunan menjadi 6.6%.

Ekonom Hong Kong Qu Hongbin dan Julia Wang menilai bahwa bentuk paket stimulus kali ini sangat berbeda dari kebijakan stimulus putaran sebelumnya, dan mereka percaya bahwa langkah stimulus ini akan membawa keberhasilan serta memicu pemulihan mandiri di kuartal mendatang.

Paket stimulus sebelumnya difokuskan kepada pengeluaran infrastruktur, sementara kebijakan pemangkasan pajak dan biaya yang diumumkan pemerintah Cina akan difokuskan kepada pemangkasan pajak perusahaan untuk sektor swasta yang penting. Seperti diketahui bahwa sektor swasta Cina telah menyumbang lebih dari 80% lapangan kerja di daerah perkotaan dan berkontribusi hingga lebih dari 70% terhadap GDP Cina.

Kekhawatiran yang berkembang di antara perusahaan swasta terhadap kondisi yang memburuk di tahun lalu, telah menarik perhatian Presiden Cina Xi Jinping untuk meyakinkan sektor swasta bahwa pihak berwenang akan siap memberikan bantuannya.(WD)

Related posts