Header Ads

Hutang Rumah Tangga Korea Selatan Q1, Tumbuh Di Laju Paling Lambat

Tingkat hutang sektor rumah tangga Korea Selatan dilaporkan tumbuh di laju paling lambat dalam enam tahun terakhir di kuartal pertama, setelah pemerintah memperkenalkan serangkaian peraturan ketat mengenai pinjaman rumah tangga untuk mengendalikan gelembung di sektor perumahan yang spekulatif.

Bank of Korea melaporkan tingkat kredit rumah tangga hingga akhir Maret berjumlah 1540 triliun Won ($1.29 triliun), atau mencatat kenaikan 3.3 triliun Won dari akhir Desember tahun lalu. Akan tetapi angka ini mencatat kenaikan kuartalan terendah sejak kuartal pertama tahun 2013 silam, daat tingkat hutang rumah tangga turun 900 milliar Won.

Tingkat kredit sektor rumah tangga dihitung berdasarkan hutang sektor rumah tangga yang mencakup pinjaman rumah tangga dari bank, asuransi, pemberi pinjamam swasta dan lembaga keuangan publik, serta dari tingkat pengeluaran kartu kredit sebelum pembayaran. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat kredit rumah tangga mengalami peningkatan 4.9% atau sekitar 71.8 triliun Won pada periode kuartal pertama, yang juga menandai pertumbuhan terendahnya sejak pertumbuhan 4.7% di kuartal keempat pada tahun 2004.

Tingkat kredit rumah tangga yang luar biasa naik setinggi 11.6% di tingkat tahunan pada kuartal keempat 2016, di saat suku bunga utama negara tersebut jatuh ke level terendah di kisaran 1.25% dan bersamaan waktunya dengan pemerintah Korea Selatan mencabut pembatasan transaksi properti. Sejak saat itu laju pertumbuhan melambat dengan stabil.

Laju pertumbuhan hutang di sektor rumah tangga memang semakin melambat sejak pemerintah saat ini memperkenalkan sejumlah langkah untuk mengekang pinjaman rumah tangga yang membengkak seiring boomingnya pasar properti.

Pemerintah juga memperketat aturan penyaringan untuk pinjaman hipotek di bank dengan memperkenalkan aturan debt service ratio (DSR) sebagai indeks manajemen di bulan Oktober tahun lalu. Dengan aturan tersebut pihak bank diharuskan untuk menjaga laju pinjaman berisiko hingga 15% atau pinjaman berisiko tinggi sebesar 10%. Transaksi perumahan di Korea Selatan telah turun secara signifikan sejak akhir tahun lalu, akibat adanya langkah-langkah peraturan lainnya untuk menurunkan tingkat hutang rumah tangga.

Jumlah transaksi perumahan secara keseluruhan turun 68.000 unit dari 213.000 unit pada kuartal keempat tahun lalu menjadi 145.000 unit pada kuartal pertama. Unit apartemen baru untuk dijual juga turun menjadi 53.000 unit dari 72.000 unit pada periode yang sama.

Walaupun terjadi perlambatan di tingkat keuntungan kredit sektor rumah tangga tahunan, namun pendapatan dari sektor tersebut masih lebih cepat dari kenaikan pendapatan rumah tangga sebesar 3.9% di tahun lalu. Selain itu pertumbuhannya masih lebih cepat dari nominal pertumbuhan produk domestik bruto Korea Selatan sebesar 3.0% di tahun lalu.(WD)

Related posts