Hutang Rumah Tangga Korea Selatan Tumbuh Menjadi Ketiga Tercepat Dari 43 Negara Ekonomi Dunia

Sektor hutang rumah tangga Korea Selatan mencatat pertumbuhan tercepat ketiga diantara 43 negara ekonomi utama dunia, meskipun pemerintah Korea Selatan terus berupaya untuk mengendalikan hutang sektor rumah tangga dengan kebijakan pinjaman yang lebih ketat. Bank for International Settlement menyatakan pada hari ini bahwa tingkat hutang rumah tangga Korea Selatan hingga periode akhir Maret lalu, setara dengan 95.2% dari produk domestik brutonya, atau mencatat kenaikan 2.3 poin persentase dibanding tahun lalu.

Akan tetapi laju pertumbuhan dinilai melambat dari kenaikan 4.5 poin persentase pada periode yang sama di tahun lalu, namun masih tercatat sebagai yang tercepat ketiga diantara negara ekonomi utama lainnya, dibelakang Cina dengan pertumbuhan 3.7 poin persentase dan Hong Kong yang mencatat pertumbuhan 3.5 poin persentase. Tingkat rasio hutang rumah tangga Korea Selatan terhadap GDP menjadi yang ketujuh setelah sebelumnya menduduki peringkat ke 12 pada kuartal pertama di tahun 2014 silam dengan rasio 81.9% dan mampu naik lima peringkat hanya dalam waktu empat tahun.

Pemerintah Korea Selatan telah memperkenalkan serangkaian aturan pinjaman yang ketat seperti mengurangi batas pinjaman hipotek dan membatasi penjualan kembali hak pembelian apartemen bari sejak akhir September tahun lalu, namun hal ini tidak mencegah hutang rumah tangga terus tumbuh dalam laju yang cepat. Pada periode antara Januari hingga Maret tahun ini, rasio hutang terhadap GDP domestik negara tersebut mencatat kenaikan 0.3 poin persentase, yang mana ini menjadi tercepat sejak tahun 2002 ketika mengalami lonjakan sebesar 3 poin persentase selama kuartal pertama tahun tersebut.

Sementara rasio layanan hutang rumah tangga Korea Selatan, yang menunjukkan beban rumah tangga untuk membayar kembali hutangnya, mencapai 12.2% pada kuartal pertama tahun ini, atau mencatat kenaikan 0.1 poin persentase dari kuartal sebelumnya dan sekaligus mencapai level tertingginya. Selama periode April hingga Juni, hutang rumah tangga negara tersebut mencapai rekor tertingginya di angka 1,493.2 triliun Won ($1.333 milliar) atau naik 7.6% dibanding periode yang sama tahun lalu.(WD)

Related posts