Header Ads

Iklim Bisnis Otomotif Jerman Mengalami Penurunan Terbesar

Kondisi iklim bisnis di sektor otomotif Jerman mengalami penurunan terbesarnya dan sekaligus mencapai level terendahnya sejak 1991, saat lembaga ekonomi Ifo mulai mengumpulkan data pasca reunifikasi, di bulan April lalu.

Data ini dirilis sebelum adanya pertemuan melalui conference call antara Kanselir Angela Merkel dengan perwakilan dari industri otomotif Jerman pada hari Selasa besok, guna membahas dampak pandemi virus corona terhadap laju produksi dan penjualan produk otomotif di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut.

Dalam survei terhadap 75 perusahaan produsen mobil, laporan dari Ifo menunjukkan bahwa indeks bisnis untuk saat ini turun menjadi -85.4 poin di bulan April dari -13.2 di bulan Maret sebelumnya.

Hasil pembacaan di bulan April lalu, masih lebih rendah dibandingkan pembacaan di -82.9 poin yang tercatat pada April 2009 silam, saat terjadinya krisis keuangan.

Klaus Wohlrabe selaku kepala perkiraan di Ifo, mengatakan bahwa pihaknya belum pernah melihat angka yang lebih buruk dari saat ini terhadap sektor utama ekonomi Jerman, dan selain itu sub-indeks terhadap pesanan serta ekspektasi produksi dan prospek ekspor, kesemuanya menunjukkan penurunan dengan pemanfaatan kapasitas turun hingga 45%.

Menjelang pertemuan dengan Merkel di Selasa besok, Volkswagen dan Daimler telah memberikan desakan kepada pemerintah Jerman untuk membantu meningkatkan permintaan terhadap produk mobil.

Kondisi pandemi saat ini telah memberikan hantaman bagi laju keuntungan selama kuartal pertama dan memaksa kedua produsen mobil tersebut untuk menurunkan perkiraan mereka untuk laju pendapatan selama tahun ini.

Pada pekan lalu pihak Volkswagen telah memulai kembali aktifitas produksi mereka di pabrik Wolfsburg Jerman, yang merupakan langkah terbaru dari produsen mobil terbesar Eropa tersebut guna mengambil keuntungan dari aturan lockdown yang sedikit mereda untuk melanjutkan produksinya.

Laju penjualan mobil di seluruh dunia telah mengalami kemerosotan di saat langkah-langkah untuk menahan pandemi telah memaksa jalur produksi ditutup secara paksa dan membuat para produsen menderita akibat kebutuhan akan dana tunai untuk investasi yang menurun tajam.(WD)

Related posts