Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS Melanjutkan Kenaikan Tajam

Imbal hasil obligasi pemerintah AS melanjutkan kenaikan tajam baru-baru ini pada hari Selasa menyusul tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok dan data sektor jasa AS yang kuat.

Hasil pada patokan 10-tahun catatan Treasury AS diselesaikan pada 1.865%, menurut Tradeweb, dibandingkan dengan 1.787% yang tercatat pada hari Senin.

Yields, yang naik ketika harga obligasi jatuh, naik semalam bersama dengan saham global menyusul laporan bahwa AS dan pejabat China sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan beberapa tarif sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan parsial.

Mereka kemudian memperpanjang kenaikan setelah Institute for Supply Management mengatakan indeks nonmanufaktur naik menjadi 54.7 pada Oktober dari 52.6 bulan sebelumnya. Lebih lanjut meredakan kekhawatiran di kalangan investor bahwa pelambatan baru-baru ini dalam aktivitas industri dapat menyebar ke sektor lain.

Imbal hasil 10-tahun jatuh serendah 1.456% pada awal September, tidak jauh di atas terendah sepanjang masa. Sejak itu, bagaimanapun, investor telah mengalihkan uang ke aset berisiko karena mereka menjadi lebih optimis tentang prospek ekonomi.

Seiring dengan data ekonomi yang layak dan perkembangan perdagangan, beberapa investor baru-baru ini telah berbesar hati oleh pergeseran Federal Reserve ke kebijakan moneter yang lebih akomodatif, tercermin dalam tiga pemotongan suku bunga sejak akhir Juli.

Dalam sebuah laporan tertanggal 1 November, analis di JPMorgan Chase & Co. mengatakan, imbal hasil 10-tahun dapat naik sekitar 1 poin persentase jika pasar mengikuti jalur yang ditetapkan pada pertengahan 1990-an, ketika The Fed sama-sama memangkas suku bunga di tengah-tengah ekspansi ekonomi.

Salah satu faktor yang dapat membatasi hasil adalah kehati-hatian yang ditunjukkan oleh investor non-institusional. Sejauh tahun ini, investor telah menuangkan uang ke dalam dana obligasi global sambil menarik uang tunai dari dana ekuitas, kebalikan dari apa yang terjadi setelah The Fed memangkas suku bunga pada awal 1996, para analis mencatat.

“Untuk pengalaman 1996 yang akan diulang hingga 2020 kita perlu melihat pembalikan pola aliran dana ritel tahun ini,” tulis para analis.

Related posts