Header Ads

IMF: Rusia Masih Mungkin Memiliki Ruang Untuk Pemotongan Suku Bunga Lebih Lanjut

International Monetary Fund (IMF) mengatakan pada hari Kamis bahwa Rusia mungkin saja mendapatkan manfaat dari keputusan pemotongan suku bunga lebih lanjut apabila inflasi tetap tenang.

Bank sentral Rusia akan mereview suku bunga pada hari Jumat dan secara luas diharapkan dapat mengatasi risiko yang datang dari sell off rubel dan obligasi pemerintah baru-baru ini.

Sehari sebelum rapat dewan bank sentral, IMF mengatakan “pelonggaran moneter lebih lanjut bisa tepat sasaran jika inflasi tetap di bawah target 4 persen dan tekanan inflasi yang mendasari tetap rendah.”

Pandangan ini sejalan dengan apa yang dikatakan Perdana Menteri Dmitry Medvedev minggu lalu tetapi kontras dengan sikap bank sentral sendiri. Gubernurnya Elvira Nabiullina mengatakan bahwa ada alasan untuk mempertahankan dan menaikkan suku bunga bulan ini.

Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan pasar secara luas mengharapkan suku bunga kunci yang akan ditahan sebesar 7.25 persen, yang harus disertai pesan peringatan bank sentral mengenai kebijakan moneter yang ketat dalam waktu dekat karena resiko kejatuhan rubel secara signifikan belum lama ini.

IMF mengatakan bahwa ekspektasi inflasi di Rusia belum tertanam dengan kuat, sementara risiko terhadap prospek inflasi justru telah meningkat.

Inflasi tahunan berada di jalur untuk mempercepat hingga 3.5 persen pada akhir tahun ini, tetap di bawah target 4 persen, di belakang pemulihan dalam permintaan domestik, rubel yang lebih lemah dan faktor lainnya, IMF mengatakan.

Namun, prospek inflasi untuk jangka menengah, terbebani karena kemacetan struktural dan dampak sanksi yang masih ada.

“Risiko utama terhadap prospek berasal dari ketegangan geopolitik serta rencana kebijakan pemerintah yang baru,” kata IMF, menambahkan itu menegaskan perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini sebesar 1.7 persen.

IMF juga mengatakan bahwa pihaknya mendukung rencana untuk menaikkan usia pensiun bagi pria dan wanita yang telah mendorong demonstrasi jalanan di seluruh Rusia dan merusak citra Presiden Vladimir Putin.

Direktur IMF yang mengadakan pertemuan rutin dengan pejabat Rusia “mendukung rencana pemerintah untuk mereformasikan pensiun parametrik, yang dapat membantu mengimbangi tren demografi negatif.”

Related posts