Header Ads

IMF : Yuan Masih Berstatus “Fairly Valued”, Seiring Masih Kuatnya Perekonomian Cina

Meskipun ada penurunan nilai tukar Yuan baru-baru ini, namun seorang pejabat IMF menilai bahwa Yuan Cina masih dalam status “fairly valued”. Lebih lanjut James Daniel, selaku IMF mission chief for China mengatakan bahwa pergerakan belum lebih besar dari standar pasar negara berkembang lainnya, dan nilai tukar Yuna yang lebih fleksibel menjadi tujuan bagi langkah-langkah pemerintah Cina saat ini. Sejak pertengahan Juni lalu, nilai tukar Yuan mengalami penurunan yang cukup tajam di tengah trade wars yang terjadi antara Cina dan AS, setelah sebelumnya sempat menyentuh are tertingginya dari Februari hingga Mei lalu.

Daniel juga menjelaskan bahwa secara domestik, ekonomi Cina memang mengalami sedikit perlambatan menyusul pelonggaran moneter yang dilakukan oleh pemerintah Cina, namun laju pertumbuhan ekonomi AS berjalan dengan baik dan ada sedikit bias pengetatan kebijakan moneter dari The Fed. IMF menilai bahwa secara keseluruhan perekonomian Cina terus menunjukkan kinerja yang kuat, meskipun sedikit lambat dibandingkan tahun lalu dengan pertumbuhan yang diperkirakan sebesar 6.6% di tahun ini dari 6.9% di tahun sebelumnya.

Untuk perkiraan pertumbuhan Cina, IMF tidak merubah perkiraannya dari perkiraan sebelumnya di bulan Mei lalu, yang mana hal ini telah meningkatkan estimasi untuk pertumbuhan Cina di tahun 2018 ini, setelah secara tidak terduga perekonomian dipercepat pada tahun lalu. Lembaga tersebut juga memuji kemampuan Cina dalam mengurangi risiko di sektor keuangan, menyusul masih tingginya pertumbuhan kredit secara berkelanjutan seiring beberapa aspek penyeimbang bagi ekonomi yang sedikit melambat.

Dalam sebuah catatannya IMF mengatakan bahwa saat ini Cina tengah mengukir sebuah sejarah bagi perekonomiannya, dengan lebih terfokus kepada pertumbuhan yang berkualitas tinggi setelah sebelumnya memacu pertumbuhan ekonomi secepat mungkin selama puluhan tahun. Berbicara mengenai inflasi, IMF mengatakan bahwa laju inflasi konsumen Cina diperkirakan akan mengalami peningkatan secara bertahap menjadi sekitar 2.5%, sedangkan untuk laju inflasi produsen akan tumbuh secara moderat. (WD)

Related posts