Header Ads

Impor Kedelai Cina Mengalami Lonjakan Di Bulan November

Tingkat pembelian kedelai Cina dari AS selama bulan November mengalami lonjakan dari periode yang sama setahun sebelumnya, seiring para importir memesan kargo dengan kuota bebas bea cukai.

Cina mengimpor sekitar 2.56 juta ton kedelai dari AS, lebih tinggi dari tahun lalu dan bulan Oktober sebelumnya, pasca pemerintahan Beijing mengeluarkan keringanan untuk membebaskan importir dari tarif untuk sejumlah barang impor dari AS.

Pengiriman kedelai AS jatuh pada bulan yang sama tahun lalu karena pembeli menjauhi pasar A.S. setelah Beijing mengenakan tarif yang lumayan pada daftar barang-barang Amerika termasuk kedelai dalam perang dagang antar kedua negara.

Setelah kedua negara menyetujui gencatan senjata dalam perang dagang mereka pada Desember tahun lalu, pihak Beijing kembali melakukan pembelian kargo dari AS. Pihak crusher telah melakukan lebih banyak pembelian biji AS dalam beberapa bulan terakhir setelah Beijing mengeluarkan kuota bebas tarif sebagai isyarat niat baik ke Washington.

Selain itu pada bulan November lalu Cina telah mendatangkan sekitar 3.86 juta ton kedelai dari Brasil, namun angka tersebut 24% lebih rendah dari 5.07 juta ton pada bulan yang sama di tahun lalu. Produk kedelai AS biasanya mendominasi pasar pada periode kuartal keempat saat panen musim gugur tiba.

Laju pengiriman kedelai dari Brasil mencatat kenaikan sedikit dari 3.793 ton di bulan November lalu, karena para pembeli telah menimbun menjelang liburan Spring Festival di Cina, yang juga mencatat musim puncak untuk produk daging dan minyak.

Biasanya Cina memproduksi kedelai untuk dihancurkan menjadi minyak goreng dan soymeal untuk menjadi pakan bagi sektor peternakan yang masif.

Permintaan terhadap kedelai yang cukup tinggi telah terbatasi oleh adanya wabah penyakit demam babi Afrika yang telah menghancurkan ternak babi di Cina yang sangat besar serta meninggalkan celah besar dalam pasokan daging yang menjadi favorit bagi warga Cina.

Namun demikian wabah tersebut telah mulai pulih dalam beberapa bulan terakhir, menyusul serangkaian langkah-langkah dari pemerintah untuk meningkatkan produksi.(WD)

Related posts