Header Ads

Indeks Harga Konsumen Jepang Naik Di Bulan Desember

Indeks harga konsumen inti Jepang di bulan Desember dilaporkan naik dari periode yang sama setahun sebelumnya, sehingga mendorong kenaikan data yang sama dari bulan sebelumnya, namun laju inflasi sepertinya masih jauh dari target 2% dari bank sentral.

Data inflasi yang mendapat dorongan dari kenaikan pajak penjualan ini, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh bank sentral negara tersebut, yang diharapkan untuk tetap mempertahankan kebijakan stimulusnya saat ini.

Indeks harga konsumen (CPI), yang termasuk biaya minyak tetapi tidak termasuk harga makanan segar yang mudah menguap, naik 0.7% pada bulan Desember dari tahun sebelumnya, lebih besar dari kenaikan 0.5% di bulan November sebelumnya.

Data ini dirilis setelah Bank of Japan pada hari Selasa lalu merevisi turun perkiraan harga konsumen Jepang, meskipun bank sentral telah meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonominya.

Pada pekan ini Bank of Japan tetap mempertahankan kebijakannya untuk tidak berubah, di tengah pernyataan dari Gubernur Haruhiko Kuroda yang menegaskan kembali tekad bank sentral untuk mempertahankan kebijakan ultra longgarnya sehubungan dengan laju inflasi yang moderat dan ketidakpastian yang terjadi di luar negeri.

Hiroaki Mutou selaku kepala ekonom di Tokai Tokyo Research Institute, mengatakan bahwa sejumlah faktor seperti kekurangan tenaga kerja dan kenaikan pajak penjualan telah membantu sektor korporasi untuk menaikkan harga, namun pihaknya memperkirakan bahwa inflasi konsumen akan tetap datar akibat laju pemulihan upah yang lamban.

Lebih lanjut Mutou mengatakan bahwa bank of Japan telah menurunkan proyeksi inflasi harga konsumen tetapi angka tersebut masih belum terlihat, dan pihaknya berharap bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan stimulusnya saat ini.

Sementara itu laju inflasi inti yang tidak termasuk harga makanan dan energi, tumbuh 0.9% di bulan Desember lalu dari tahun sebelumnya, sekaligus tercatat sebagai pertumbuhan tercepatnya sejak Maret 2016 silam.

Peningkatan Core to Core CPI yang diawasi secara ketat oleh BoJ sebagai ukuran utama terhadap tren inflasi secara lebih luas, memberikan cerminan kenaikan harga termasuk untuk produk permen, sejumlah makanan siap saji serta makanan restoran.

Kepala ekonom di Norinchukin Research Institute, Takeshi Minami mengatakan bahwa pengeluaran konsumen diperkirakan akan meningkat setelah kenaikan pajak penjualan, namun pengeluaran tersebut tidak akan cukup kuat untuk memberikan dorongan terhadap harga konsumen.

Ekonomi Jepang berkembang 1.8% di tingkat tahunan pada kuartal ketiga lalu berkat laju permintaan domestik yang tangguh serta pengeluaran bisnis.

Akan tetapi ekspor justru mencatat penurunan dalam 13 bulan berturut-turut di bulan Desember lalu, akibat lesunya pengiriman mobil, konstruksi dan mesin pertambangan, sehingga menunjukkan lemahnya permintaan dari pasar luar negeri yang kemungkinan besar masih akan menjadi hambatan bagi ekonomi Jepang yang sangat bergantung kepada laju perdagangan internasionalnya.

Sebuah sumber terpercaya mengatakan bahwa Bank of Japan dapat mempertimbangkan untuk mempermudah komitmennya di akhir tahun ini, untuk mempertahankan atau bahkan memangkas suku bunganya ke level terendah, jika pesimisme terhadap prospek global terus mengalami penyusutan.(WD)

Related posts