Indeks Harga Konsumen Korea Selatan Naik Di Bulan Desember

Laju inflasi konsumen Korea Selatan mengalami peningkatan di bulan Desember, namun untuk pembacaan periode tahunan justru mencatat rekor terendahnya karena laju permintaan konsumen tetap goyah, sehingga memperkuat harapan bahwa bank sentral nampaknya perlu untuk menurunkan suku bunganya di tahun depan.

Badan statistik Korea Selatan melaporkan indeks harga konsumen yang naik 0.7% di bulan Desember dari period eyang sama di tahun sebelumnya, naik tajam dari kenaikan 0.2% di bulan November sebelumnya, dan sedikit lebih cepat dari perkiraan kenaikan 0.6% dari para ekonom dalam survei Reuters.

Namun demikian ingkat inflasi rata-rata untuk tahun 2019 mencapai rekor terendahnya di angka 0.4%, dibandingkan dengan 1.5% pada 2018, karena permintaan konsumen dan perusahaan yang pesimistis akibat faktor eksternal yang menerpa serta ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang baik menekan pertumbuhan harga secara keseluruhan.

Sementara untuk tingkat inflasi periode tahunan mencatat penurunan jauh dibawah target bank sentral sebesar 2%, dan meskipun Bank of Korea memperkirakan laju inflasi tahunan akan naik ke kisaran 1% di tahun depan, namun prospek dinilai tetap lemah seiring laju pertumbuhan yang hanya mencatat pemulihan secara moderat.

Kepala Ekonom di Hi Investment & Securities, Park Sang-hyun mengatakan bahwa efek dari suku bunga rendah dan laju pemulihan ekonomi yang memudar, kemungkinan akan mampu memberikan bantuan untuk meningkatkan laju inflasi di tahun depan, namun dirinya berpikir bahwa pola laju inflasi yang rendah masih akan tetap bertahan untuk sementara waktu.

Sepanjang tahun 2019 ini, Bank of Korea telah memangkas suku bunga sebanyak dua kali sebesar 50 basis poin ke rekor terendahnya di 1.25%, menyesuaikan dengan pelonggaran kebijakan global sekaligus juga untuk memberikan dukungan bagi laju permintaan domestik dan pertumbuhan yang lemah.

Pemerintahan Seoul bertujuan untuk meningkatkan pengeluaran fiskalnya di tahun depan guna mendukung laju pemulihan ekonominya, bahkan disaat kondisi defisit fiskal semakin melebar, namun beberapa analis mengatakan bahwa bank sentral kemungkinan perlu untuk memberikan bantuan dengan cara memangkas suku bunga mereka lebih lanjut.(WD)

Related posts