Indeks Harga Produsen Cina Turun Lebih Lambat

Meskipun sektor manufaktur Cina terus mengalami pemulihan yang cukup stabil dari kondisi yang terguncang akibat pandemi Covid-19, namun indeks harga produsen Cina masih mencatat penurunan walaupun di laju yang paling lambat sejak bulan Februari tahun lalu.

Biro Statistik Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa indeks harga produsen Desember turun 0.4% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, namun penurunan ini masih lebih lambat dibandingkan perkiraan penurunan 0.8% dari median ekonom dalam jajak pendapat Reuters setelah mencatat penurunan 1.5% di bulan November.

Data ini berdasarkan tingkat aktifitas sektor manufaktur Cina yang berkembang dengan kecepatan yang sedikit lebih lambat di bulan Desember, seiring biaya bahan baku yang lebih tinggi, yang mana harga bahan baku turun 1.6% dari tahun lalu dibandingkan dengan penurunan 4.2% di bulan sebelumnya.

Sementara dalam skala bulanan indeks harga produsen di negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut mencatat kenaikan 1.1% di bulan Desember, setelah mencatat kenaikan 0.5% di bulan November yang menunjukkan adanya peningkatan profitabilitas perusahaan.

Hingga saat ini sektor industri Cina telah mampu rebound secara mengesankan dari guncangan virus corona berkat eks[or yang sangat kuat, sehingga mampu membantu memicu pemulihan ekonomi yang kuat. Akan tetapi meningkatnya kasus infeksi virus secara global, yang menimbulkan kebijakan pembatasan pandemi yang lebih ketat di banyak negara, berpotensi mengaburkan prospek produsen Cina.

Selain itu Biro Statistik Nasional Cina juga melaporkan indeks harga konsumen yang mencatat kenaikan 0.2% di bulan Desember dari tahun sebelumnya, setelah sebelumnya mencatat penurunan 0.5% pada bulan November yang merupakan penurunan pertama sejak Oktober 2009.

Kenaikan indeks harga konsumen ini tidak terlepas dari kenaikan harga pangan sebesar 1.2% dari periode yang sama di tahun lalu, setelah sebelumnya mencatat penurunan 2.0% di bulan November, sementara analis memperkirakan kenaikan indeks harga konsumen sebesar 0.1% dalam jajak pendapat Reuters.(WD)

Related posts