Header Ads

Indeks Harga Produsen Korea Selatan Tidak Berubah Di Bulan Mei

Indeks harga produsen Korea Selatan untuk bulan Mei tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya, seiring kenaikan harga minyak mentah dunia yang mampu diimbangi oleh penurunan harga produk pertanian, sehingga menunjukkan laju inflasi di negeri ginseng tersebut kemungkinan akan tetap berada di kisaran nol.

Bank of Korea merilis data Producer Price Index yang dilaporkan berada di angka 103.73 di bulan Mei lalu, tidak berubah dari bulan April sebelumnya. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, indeks harga produsen mencatat kenaikan 0.4% yang sekaligus juga menjadi kenaikan dalam 31 bulan secara beruntun.

Harga barang-barang industri dilaporkan naik 0.2% di tingkat bulanan, menyusul harga minyak mentah yang lebih tinggi, sementara harga produk pertanian dan perikanan justru mengalami penurunan hingga 2.3% di bulan lalu. Di antara barang-barang industri, produk batubara dan minyak bumi mencatat kenaikan 1.9%, yang merupakan kenaikan dalam empat bulan berturut-turut.

Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh lonjakan di harga minyak mentah Dubai sebesar 6.0% yang tercatat pada bulan Mei lalu. Sementara untuk harga kompuer, perangkat elektronik dan optik dilaporkan naik 0.6%, setelah dalam delapan bulan sebelumnya mencatat penurunan secara beruntun.

Bank of Korea mengkaitkan hal tersebut dengan laju perlambatan penurunan harga chip serta kenaikan harga pengiriman perangkat teknologi selain semikonduktor. Untuk harga memory chip jenis DRAM, dilaporkan turun 0.5% yang mencatat penurunan harga dalam sepuluh bulan berturut-turut. Namun demikian tingkat kerugian justru mereda jika dibandingkan dengan penurunan 9.9% yang tercatat pada bulan April sebelumnya, di tengah melemahnya nilai tukar mata uang Won terhadap US Dollar.

Produk-produk pertanian mencatatkan penurunan harga yang besar karena cuaca yang baik justru menyebabkan berlimpahnya hasil panen, sehingga menyebabkan harga tomat anjlok hingga 34.5%, Melon Korea turun 31.0% dan harga bawang bombay turun hingga 29.1%.

Sedangkan untuk harga hotel dan resort masing-masing justru mengalami lonjakan 3.4% dan 4.8%, menyusul para pengusaha akomodasi menaikkan harga mereka saat memasuki liburan puncak musim panas. Untuk harga jasa layanan pos naik 3.3% lebih tinggi. Disebutkan pula bahwa indeks harga untuk pasokan domestik, yang termasuk impor, mengalami kenaikan hingga 1.0% di tingkat bulanan. Sedangkan total indeks harga output, termasuk ekspor, mencatat kenaikan hingga 0.7%.(WD)

Related posts