Indeks Keuangan Rumah Tangga Inggris Mengalami Lonjakan

Lembaga IHS Markit melaporkan indeks keuangan sektor rumah tangga Inggris yang mengalami lonjakan menjadi 47.6 di bulan Februari dari sebelumnya di 44.6 pada bulan Januari, sehingga mencatat pembacaan indeks tertinggi sejak survei terhadap sektor ini dimulai 11 tahun lalu.

Tingkat kepercayaan rumah tangga Inggris bangkit sejak kemenangan Boris Johnson sebagai Perdana Menteri di bulan Desember, sehingga mencatat kepercayaan warga Inggris mengenai keuangan rumah tangga mereka ke level tertingginya.

Salah seorang ekonom di IHS Markit, Joe Hayes mengatakan bahwa laporan keuangan rumah tangga terbaru memberikan isyarat mengenai sejumlah perkembangan yang seharusnya membuat Bank of England mampu meredam sekaligus membangun optimisme terhadap prospek ekonomi langsung di negara tersebut.

Pada bulan lalu Bank of England memutuskan untuk tidak memangkas suku bunga mereka, karena melihat adanya tanda-tanda awal pemulihan ekonomi setelah terjadinya perlambatan di akhir 2019 lalu.

Gubernur BoE Mark Carney mengatakan kepada pihak Reuters di pekan lalu bahwa telah terjadi peningkatan kepercayaan bisnis dan melihat adanya sedikit penguatan di kepercayaan konsumen.

Kemenangan Johnson mengakhiri ketidakpastian mengenai apakah Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 31 Januari dan berarti tidak ada pergeseran politik ke kiri di bawah oposisi Partai Buruh.

Dalam survei Markit IHS ditunjukkan bahwa sektor rumah tangga mengharapkan terjadinya perlambatan laju inflasi lebih lanjut dan kenaikan harga rumah, anmun di satu sisi masih menunjukkan kekhawatiran mengenai keamanan pekerjaan telah mereda.

Namun, proporsi responden yang mengharapkan penurunan suku bunga oleh BoE justru menunjukkan kenaikan menjadi 27%, angka tertinggi sejak terakhir kali bank sentral memangkas biaya pinjaman pada bulan Agustus 2016 lalu. Sementara pangsa pasar yang mengharapkan kenaikan suku bunga dalam 12 bulan kedepan, justru mengalami penurunan menjadi 49% dari 58% sebelumnya.(WD)

Related posts