Header Ads

Industrial Ouput Cina Melambat Ke Level Terendah Dalam 17 Tahun Terakhir

Pertumbuhan output industri Cina mengalami perlambatan ke level terendahnya dalam 17 tahun terakhir, dengan mencatat pertumbuhan lebih dari 5% di bulan Mei. Angka ini jauh di bawah ekspektasi sehingga memberikan tanda terbaru dari melemahnya permintaan di negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut, di tengah tekanan perdagangan yang datang dari AS.

Laju investasi tetap juga tumbuh kurang dari yang diharapkan, yang memperkuat harapan bahwa pemerintahan Beijing perlu segera meluncurkan langkah-langkah yang dapat meningkatkan pertumbuhannya. Dalam survei yang dilakukan oleh Reuters, para analis memperkirakan laju output industri Cina akan tumbuh hingga 5.5% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mana angka perkiraan ini hanya sedikit diatas kenaikan 5.4% yang tercatat pada bulan April sebelumnya.

Biro Statistik Nasional juga merilis investasi aktiva tetap yang dilaporkan naik 5.6% di periode Januari hingga Mei, dari periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mana pertumbuhan sektor ini melambat dari polling Reuters yang memperkirakan kenaikan 6.1%, yang sesuai dengan kenaikan sebelumnya sebesar 6.1% pada periode Januari hingga April.

Selain itu biro tersebut juga melaporkan laju investasi aset tetap sektor swasta, yang berkontribusi hingga 60% dari total investasi di Cina, yang menunjukkan kenaikan 5.3%, dari kenaikan 5.5% dalam empat bulan pertama di tahun 2019 ini.

Untuk penjualan ritel di bulan Mei dilaporkan naik 8.6% dari tahun sebelumnya, lebih tinggi dari kenaikan 7.2% pada bulan April sebelumnya yang menjadi angka pertumbuhan terendahnya dalam 16 tahun terakhir. Sementara itu analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pertumbuhan penjualan ritel sebesar 8.1%, namun beberapa analis mengatakan bahwa hal itu terjadi akibat kemungkinan laju inflasi yang lebih tinggi, di tengah tingkat kepercayaan konsumen yang masih lemah.(WD)

Related posts