Header Ads

Inflasi Eurozone Masih Tetap Di Kisaran Rendah

Data perkiraan inflasi pertama dari kawasan Euro, menunjukkan bahwa laju inflasi di Eurozone tetap rendah di 1.0% pada bulan Agustus, yang masih jauh dibawah target bank sentral Eropa sehingga memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank akan semakin melonggarkan kebijakan moneternya di bulan depan.

Kantor statistik Uni Eropa mengatakan pada hari Jumat bahwa inflasi di 19 negara yang berbagi Euro tidak berubah dari pembacaan Juli, sejalan dengan harapan dalam jajak pendapat Reuters. Inflasi inti, yang menghapus volatile food dan energi yang tidak diolah dan yang diteliti oleh ECB dalam keputusan kebijakan, stabil di 1,1% pada bulan Agustus.

Tingkat kenaikan harga pada bulan Juli dan Agustus merupakan angka terendah sejak November 2016, jauh dibawah target inflasi ECB, namun mendekati 2% meskipun belum pernah tercapai selama bertahun-tahun saat bank sentral menerapkan pelonggaran kebijakan moneternya melalui pemangkasan suku bunga dan program pembelian obligasi senilai triliunan Euro.

Para ekonom mengatakan bahwa data ekonomi Eurozone terbaru memperkuat wacana pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut. Andrew Kenningham dari Capital Economics mengatakan bahwa tidak ada dalam rilis data hari ini yang dapat mengubah pikiran para pembuat kebijakan ECB di pekan depan, dan pihaknya masih mengharapkan dewan kebijakan bank sentral untuk memangkas suku bunga simpanan dari -0.4% menjadi -0.5% serta untuk memberikan petunjuk yang kuat lebih lanjut bahwa akan lebih banyak opsi untuk kebijakan Quantitative Easing.

Dewan kebijakan European Central Bank mengadakan pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada 12 September mendatang dan telah menjanjikan paket stimulus dengan pertumbuhan ekonomi yang berada dalam kondisi yang goyah di tengah kondisi perang perdagangan global serta sektor manufaktur Jerman yang sudah dalam kondisi resesi.

Saat ini pasar berekspektasi bahwa bank sentral Eropa akan melakukan beberapa pemangkasan suku bunga di tahun mendatang, bersama dengan putaran baru pembelian obligasi yang lebih dikenal dengan pelonggaran kuantitatif. Langkah-langkah ECB juga diatur untuk memasukkan opsi untuk memberikan kompensasi kepada bank-bank komersial terhadap efek samping dari suku bunga negatif.

Tingkat inflasi keseluruhan yang rendah memperkuat kasus untuk paket langkah-langkah ECB untuk mendukung perekonomian dan inflasi yang lebih cepat. Selain itu ECB juga tengah menghadapi sejumlah kesulitan tambahan seiring banyaknya kelemahan ekonomi saat ini yang disebabkan oleh sejumlah faktor eksternal, seperti Brexit, Trade War dan perlambatan ekonomi Cina, yang sebagian besar membuat kebijakan moneter menjadi tidak efektif. Para ekonom menilai bahwa yang terbaik saat ini adalah upaya untuk menopang kepercayaan serta menjaga kondisi pembiayaan yang dianggap sudah menguntungkan.(WD)

Related posts