Inflasi Inggris Mencatat Kenaikan Tipis

Laju inflasi di Inggris untuk bulan Januari mencatat kenaikan tipis seiring konsumen yang terhambat dalam membeli bahan makanan, serta ditambah dengan pedagang furnitur dan barang-barang rumah tangga yang menawarkan diskon yang lebih kecil dari biasanya kepada para konsumen di Inggris.

Indeks harga konsumen Inggris naik 0.7% di tingkat tahunan pada bulan lalu, yang mendapat dorongan dari berakhirnya waktu kebijakan keringanan pajak darurat dan kemungkinan dampak dari Brexit, dan diharapkan mampu melampaui target BoE sebesar 2.0% di tahun ini, sedangkan Core CPI yang tidak mencantumkan harga makanan dan bahan bakar, tetap berada di angka 1.4% di bulan Januari.

Para ekonom mengatakan ada sedikit tekanan pada bank sentral untuk mempertimbangkan pengurangan rencana stimulusnya, namun imbal hasil obligasi pemerintah Inggris 10 dan 30 tahun telah memperpanjang kenaikannya baru-baru ini dan mencapai level tertinggi sejak Maret 2020 karena investor bersiap untuk inflasi yang lebih tinggi dan ditambah ekspektasi terhadap lebih banyak stimulus fiskal di Amerika Serikat.

Jonathan Athow selaku ahli statistik di Office for National Statistics, mengatakan bahwa laju inflasi sedikit naik di bulan Januari dengan kenaikan harga makanan serta barang-barang rumah tangga yang juga mendorong harga dengan lebih sedikit diskon di tahun ini untuk sejumlah produk seperti tempat tidur.

Harga makanan dan minuman naik 0.6% antara Desember dan Januari, dibandingkan dengan penurunan 0.2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan produk furnitur serta barang-barang rumah tangga turun 1.5%, yang merupakan penurunan yang lebih kecil dari penurunan 3.3% tahun sebelumnya.

Namun sebaliknya untuk harga pakaian dan alas kaki justru mencatat penurunan paling tajam dalam tujuh tahun terakhir di periode Desember-Januari, menyusul para pengecer yang mencoba melepas stok produknya seiring penutupan toko akibat kebijakan lockdown ketat.

Dampak pandemi terhadap kebiasaan belanja warga Inggris telah menyebabkan penimbangan ulang keranjang barang dan jasa yang digunakan oleh Office for National Statistics untuk menghitung laju inflasi.

ONS mengatakan dampak keseluruhan dari perubahan tidak berpengaruh signifikan pada CPI, akan tetapi produk makanan dan furnitur saat ini memiliki dampak yang lebih besar terhadap indeks harga konsumen, sementara tarif penerbangan dan tiket bioskop sekarang diperhitungkan lebih sedikit.

Sejak pertengahan tahun 2019 lalu, laju inflasi di Inggris telah berada di bawah target BoE sebesar 2% dan telah mendekati nol di tahun lalu akibat kemerosotan ekonomi Inggris, dan bank sentral memperkirakan bahwa hal tersebut akan meningkat di musim semi seiring pemangkasan darurat pajak pertambahan nilai tahun lalu untuk sektor perhotelan telah berakhir dan harga minyak global mengalami kenaikan seiring ekspektasi pemulihan global.

Seorang ekonom di KPMG Yael Selfin mengatakan bahwa inflasi kemungkinan masih tetap di bawah 2% pada tahun 2021 hingga 2022, yang memungkinkan diberlakukannya suku bunga rendah dalam jangka waktu yang lebih lama untuk memberikan dukungan bagi pemulihan ekonomi.

Sementara itu para ekonom berpikir bahwa harga sejumlah barang impor akan mengalami kenaikan akibat dari hubungan perdagangan baru yang kurang terbuka dengan Uni Eropa, sehingga akan menyebabkan terjadinya gangguan dan penundaan di pelabuhan pada Januari lalu.

Akan tetapi Samuel Tombs selaku ekonom di Pantheon Macroeconomics, mengatakan bahwa kenaikan harga tahunan yang lebih tinggi untuk produk furnitur dan peralatan rumah tangga mungkin memberikan cerminan biaya pengiriman dan biaya terkait Brexit yang lebih tinggi.(WD)

Related posts