Header Ads

Inflasi Konsumen Australia Mencatat Kenaikan Selama Kuartal Keempat

Laju inflasi Australia bergerak lebih tinggi di kuartal terakhir tahun lalu, namun langkah-langkah inti dinilai tetap tenang meskipun terjadi tiga kali pemotongan suku bunga, yang menunjukkan bank sentral Australia harus berbuat lebih banyak guna menghidupkan kembali indeks harga konsumen mereka.

Australia’s Consumer Price Index mencatat kenaikan 0.7% di kuartal keempat tahun lalu, lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 0.6% menyusul dukungan dari kenaikan harga rokok, liburan domestik, travel, bahan bakar dan buah.

Untuk inflasi di tingkat tahunan naik 1.8%, masih dibawah target utama RBA di kisaran 2-3%. Akan tetapi ukuran utama inflasi inti terjebak di kisaran 1.6% bahkan lebih lambat sehingga menandai pertumbuhan inflasi di bawah target selama empat tahun berturut-turut.

Pelemahan inflasi secara terus menerus menjadi salah satu alasan bagi Reserve Bank of Australia untuk memangkas suku bunganya sebanyak tiga kali di tahun lalu hingga ke level terendahnya sepanjang waktu di 0.75% dan para pelaku pasar masih menetapkan taruhan mereka terhadap kemungkinan satu kali pelonggaran kebijakan moneter dari bank sentral Australia.

Reserve Bank of Australia akan mengadakan pertemuan kebijakan pertama mereka tahun ini pada pekan depan, namun diperkirakan akan memberikan dukungan untuk menurunkan tingkat pengangguran.

Sementara itu kebijakan pemangkasan suku bunga hingga saat ini telah berhasil menghidupkan kembali harga rumah, di tengah para konsumen yang tetap dibebani oleh laju pertumbuhan upah yang stagnan serta tingkat hutang yang tinggi.

Sejumlah kenaikan harga seperti buah, sayuran dan daging diakibatkan oleh karena kekeringan serta pasokan musiman yang lebih rendah. Para ekonom sebelumnya memperkirakan bahwa kebakaran hutan serta kekeringan yang terjadi di Australia dan masih berlangsung hingga saat ini, terus memberikan dorongan bagi kenaikan harga dalam beberapa bulan kedepan.

Salah seroang ekonom senior di NAB, Ivan Colhoun memperkirakan bahwa bencana kebakaran hutan berpotensi memangkas laju pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama hingga 0.4 poin persentase, sementara penyebaran wabah virus yang terjadi saat ini telah menelan biaya pendapatan pariwisata hingga sebesar antara A$ 1 milliar hingga A$ 2 milliar.

Lebih lanjut Colhoun mengatakan bahwa ada sedikit bukti bahwa pemotongan pajak atau pengurangan suku bunga telah memberikan dukungan bagi peningkatan pengeluaran konsumen, dengan demikian pihaknya melihat adanya dua penurunan suku bunga lebih lanjut di tahun ini dan kemungkinan adanya pelonggaran kuantitatif jika tingkat pengangguran berangsur memburuk dalam waktu yang lebih cepat dari perkiraan semula.(WD)

Related posts