Header Ads

Inflasi Konsumen Jepang Terendah Dalam 7 Bulan, Menambah Kesulitan Bagi BoJ

Inflasi konsumen inti tahunan Jepang melambat ke level terendah tujuh bulan pada bulan Desember karena pengeluaran rumah tangga yang lunak membuat perusahaan tidak menaikkan harga, tanda lebih lanjut dari tantangan yang berkembang yang dihadapi oleh bank sentral dalam mencapai target 2 persen yang sulit dipahami.

Data ini datang menjelang tinjauan suku bunga Bank of Japan pada minggu depan, di mana sembilan anggota dewan terlihat memangkas perkiraan inflasi dan peringatan akan meningkatnya ketidakpastian global.

Indeks harga konsumen inti (CPI), yang mencakup produk minyak tetapi tidak termasuk biaya makanan segar yang mudah menguap, hanya naik 0.7 persen pada bulan Desember, melambat dari kenaikan 0.9 persen pada bulan sebelumnya.

Angka ini dibawah perkiraan ekonom yang memproyeksikan kenaikan 0.8 persen dan merupakan laju kenaikan paling lambat dalam tujuh bulan.

Data ini menggarisbawahi sifat rapuh pemulihan ekonomi Jepang, karena meningkatnya friksi perdaganganAS-China dan melambatnya pertumbuhan China yang membebani ekspor dan sentimen bisnis.

Beberapa analis mengatakan inflasi konsumen inti mungkin terhenti dalam beberapa bulan mendatang karena penurunan harga minyak baru-baru ini menekan tagihan gas dan listrik, yang dapat membuat BoJ di bawah tekanan untuk meningkatkan program stimulus yang sudah masif.

Related posts