Header Ads

Inflasi Konsumen Utama Eurozone Melambat Di Januari

Laju inflasi konsumen utama di Eurozone sedikit mengalami perlambatan pada bulan Januari lalu, menyusul pertumbuhan harga energi yang melambat secara tajam, namun inflasi inti yang diawasi secara ketat oleh Bank Sentral Eropa sebagai bahan pertimbangan kebijakannya, melaju sedikit lebih tinggi. kantor statistik Uni Eropa,

Eurostat melaporkan harga konsumen di 19 negara pengguna mata uang Euro, turun 1.0% di tingkat bulanan pada Januari lalu, namun mencatat kenaikan 1.4% di tingkat tahunan, yang mana data ini sejalan dengan perkiraan sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar.

Harga energi yang mengalami penurunan 0.9% dalam skala bulanan dan naik 2.7% dari periode yang sama setahun lalu, tercatat mengalami perlambatan yang tajam dari pertumbuhan 5.5% di tingkat tahunan pada bulan Desember menyusul kenaikan 9.1% pada November sebelumnya.

Sementara laju inflasi inti, yang tidak mencakup harga energi dan makanan, dilaporkan turun 1.2% di tingkat bulanan, namun mencatat kenaikan 1.2% di tingkat tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan 1.1% pada tingkat tahunan di bulan Desember tahun lalu.

Eurostat juga mencatat bahwa dorongan terbesar untuk harga konsumen berasal dari sektor jasa, yang memberikan kontrbusi 0.7 poin persentase secara keseluruhan di tingkat tahunan, diikuti oleh harga makanan, alkohol dan tembakau dengen konstribusi sebesar 0.36 poin persentase dan harga energi yang menyumbang sebesar 0.26 poin persentase.

Dalam risalah pertemuan kebijakan dari bank sentral Eropa, para pembuat kebijakan mengacu pada suramnya ekonomi di kawasan tersebut dan meminta persiapan yang lebih cepat untuk memberikan pinjaman jangka panjang yang lebih banyak kepada sektor perbankan Eropa. Dengan pertumbuhan yang melemah secara tidak terduag di periode kuartal ketiga tahun lalu, para pejabat pembuat kebijakan semakin merasa khawatir bahwa ketidakpastian global akan semakin mengganggu laju pemulihan di Eurozone, yang akan menggagalkan pekerjaan ECB selama bertahun-tahun sebelumnya.

Meskipun pihak ECB baru saja mengakhiri skema kebijakan pembelian obligasi senilai 2.6 triliun Euro untuk merangsang pertumbuhan, namun saat ini pihak ECB dilaporkan tengah mempersiapkan pondasi untuk memberikan lebih banyak pinjaman murah multi-tahun kepada sektor perbankan Eropa, guna memastikan sektor tersebut mampu untuk menjaga alur kredit tetap mengalir untuk ekonomi meskipun saat ini masih mengalami perlambatan.(WD)

Related posts