Header Ads

Inflasi Korea Selatan Mencatat Penurunan Di Bulan Januari

Laju inflasi utama di Korea Selatan pada bulan Januari turun dibawah 1.0% untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir, akibat dari penurunan tajam di harga minyak mentah menyusul permintaan yang lemah terhadap komoditi tersebut.

Kantor Statistik Korea Selatan melaporkan indeks harga konsumen tumbuh 0.8% di bulan Januari dari tahun sebelumnya, sementara inflasi inti yang tidak termasuk harga minyak dan barang-barang pertanian, dilaporkan naik 1.2% dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk indeks harga konsumen yang tidak mencakup harga energi dan bahan makanan yang sesuai standar dari OECD, dilaporkan hanya tumbuh 1.0% di bulan lalu. Inflasi yang terus berada di level rendah, ekonomi yang mengalami perlambatan serta pertumbuhan lapangan kerja yang lamban di Korea Selatan menjadi alasan bagi bank sentra Korea Selatan untuk terus menahan kebijakan suku bunga mereka.

Bank of Korea diketahui hanya melakukan kebijakan kenaikan suku bunga satu kali di tahun lalu menjadi 1.75% pada bulan November. Wacana suku bunga yang lebih tinggi juga mereda seiring pernyataan Federal Reserve pada Rabu kemarin yang memberikan isyarat waktu jeda yang berlanjut dalam penerapan kebijakan suku bunga di masa depan.

Harga-harga barang industri termasuk produk minyak mengalami penurunan 0.7% dalam periode tahunan, sehingga memberikan tekanan bagi laju inflasi utama hingga sebesar 0.22 poin persentase. Harga bensin anklok 12.7%, bahan bakar diesel turun 7.0% sedangkan harga LPG turun drastis 9.4% untuk periode yang sama. Harga minyak mulai turun sejak Desember lalu sebesar 2.8% dalam periode setahun terakhir, sekaligus mencatat penurunan pertamanya dalam periode dua tahun terakhirnya.

Sedangkan untuk harga produk pertanian, peternakan dan perikanan justru mencatat kenaikan 2.5%, sehingga mampu memberikan dukungan kenaikan bagi indeks harga konsumen utama sebesar 0.19 poin persentase, namun jika dihitung dari pertumbuhan selama tiga bulan terakhir justru mengalami penurunan.

Untuk indeks pengeluaran sehari-hari, yang memberikan cerminan stabilnya pengeluaran untuk makanan dan biaya utilitas, mencatat kenaikan 0.4% di tingkat tahunan. Indeks untuk produk makanan segar termasuk sayur, buah-buahan dan ikan, mencatat kenaikan 1.2% atau melembat secara tajam dari kenaikan sebelumnya di kisaran 6.6% pada bulan Desember lalu.(WD)

Related posts