Header Ads

Intelijen China: Hubungan Dengan AS Bisa Menjadi Konfrontasi

Dolar AS turun pada Selasa pagi di sesi perdagangan Asia, dengan saham naik karena beberapa negara membuka kembali perekonomian mereka sehari sebelumnya.

Indeks Dolar AS yang melacak kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya tergelincir 0,04% menjadi 99,528.

Pasangan mata uang USDJPY turun 0,11% menjadi 106,62 karena Jepang memperpanjang keadaan daruratnya hingga 31 Mei sehari sebelum masa darurat berakhir.

Pasangan mata uang USDCNY tetap stabil di 7,0622, dengan optimisme investor tentang pembukaan kembali ekonomi China setelah krisis virus COVID-19. Namun pembukaan ekonomi dilakukan dengan hati-hati di tengah meningkatnya ketegangan AS – China atas asal-usul virus.

Trump mengancam tarif, atau bahkan mengingkari kewajiban utang AS, sebagai tindakan balasan potensial terhadap China.

Ketika China terus membantah tuduhan dari pejabat tinggi AS bahwa virus itu berasal dari laboratorium Wuhan, sebuah laporan internal China memperingatkan bahwa Beijing menghadapi gelombang meningkatnya permusuhan di seluruh dunia setelah COVID-19 yang dapat menyebabkan hubungan dengan Amerika Serikat menjadi konfrontasi.

 

Related posts