Header Ads

Investor Jepang Meningkatkan Pembelian Di Pasar Obligasi Global

Para investor di Jepang melanjutkan belanja mereka di pasar hutang global hingga terus mencetak rekornya selama pekan lalu, seiring nilai tukar Yen yang terus menguat serta aksi beli untuk meningkatkan hasil keuntungannya.

Kementerian Keuangan merilis angka awal yang menunjukkan pembelian bersih melonjak menjadi ¥4.24 triliun atau sekitar $41 milliar, yang melampaui jumlah tertinggi sebelumnya di ¥2.55 triliun yang tercatat pada Juli 2016 silam.

Data ini juga menunjukkan tingkat keyakinan investor Jepang yang jauh dari rasa ketakutan mereka terhadap pandemi virus corona serta kekhawatiran di pasar minyak, sehingga membantu mendorong reli di pasar hutang pada pekan lalu.

Aliran dana untuk pembelian rekor begitu besar sehingga mereka kemungkinan menahan apa yang akan menjadi keuntungan yang lebih besar dalam mata uang Yen.

Tsuyoshi Ueno selaku ekonom senior di NLI Research Institute di Tokyo, mengatakan bahwa pembelian mingguan tercatat dalam jumlah yang sangat besar, dan Dana Investasi Pensiun Pemerintah (GPIF) mungkin telah aktif, seiring dengan pergerakan dana publik, yang mana pihak bank juga kemungkinan telah melakukan pembelian karena nilai USDJPY berada dalam tren penurunan selama sepekan terakhir.

Angka di tingkat bulanan awal di pekan ini menunjukkan bahwa proksi untuk dana pensiun Jepang telah memecahkan rekor jumlah hutang luar negeri dalam bulan keduanya di Februari.

Dengan mengacu pada imbal hasil obligasi pemerintah Jepang dengan tenor 10 tahun yang kemungkinan akan tetap di tingkat negatif untuk masa mendatang, maka tekanan untuk terus melakukan pembelian hutang di luar negeri akan terus berlanjut, bahkan di saat harga mengalami penurunan di luar Jepang.

Kekhawatiran kerusakan yang disebabkan oleh virus terhadap pertumbuhan global telah mendorong Federal Reserve AS untuk memangkas biaya pinjaman pada pertemuan darurat pekan lalu, sehingga semakin mempercepat penurunan imbal hasil keuangan AS ke rekor terendahnya.

Seiring nilai tukar Yen yang naik ke level tertingginya dalam enam bulan terkahir di sesi perdagangan pekan lalu, maka pembelian di luar negeri menjadi lebih murah dibandingkan bagi institusi Jepang.

Tingkat keuntungan di pekan ini telah dipercepat, sehingga menimbulkan dukungan bagi nilai tukar mata uang Yen Jepang ke level tertingginya terhadap greenback sejak 2016 lalu.

Akan tetapi Bank of America mengatakan bahwa arus lintas batas dari upaya penyeimbangan kembali dana pensiun publik Jepang, telah mencegah mata uang Yen dari penguatan lebih lanjut dibandingkan pergerakan seharusnya.

Kepala Strategi Valas di Nomura Holdings Inc di Tokyo, Yujiro Goto menilai bahwa kemungkinan lembaga dana pensiun telah melakukan pembelian obligasi luar negeri seiring menguatnya Yen, dan jika Government Pension Investment Fund berniat untuk meningkatkan alokasinya lebih lanjut, maka ekspektasi arus keluar yang lebih banyak akan mampu memberikan bantuan untuk membatasi kenaikan nilai tukar Yen.(WD)

Related posts