Investor Menurunkan Pembelian Mata Uang Safe Haven

Mata uang US Dollar dan Yuan Cina menguat di sesi perdagangan hari ini, setelah kedua negara sepakat untuk memulai kembali pembicaraan perselisihan perdagangan keduanya, sehingga para investor memilih untuk melepas mata uang safe haven seperti Yen Jepang dan Swiss Franc.

Sebelumnya nilai tukar Yuan naik lebih dari 0.5% terhadap Dollar ke 6.8165, sehingga mendekati level tertingginya dalam dua bulan terakhir, sebelum pada akhirnya koreksi kembali hingga bertahan di kisaran 6.8464 pasca data aktivitas manufaktur yang mengecewakan.

Sementara Greenback yang dalam beberapa pekan terakhir jatuh akibat ekspekasi penurunan suku bunga Federal Reserve, menguat 0.4% terhadap mata uang utama pesaingnya.

Adam Cole selaku ahli strategi forex di RBC, mengatakan bahwa kompromi yang dicapai antara Trump dengan Jinping di sela pertemuan negara anggota G20 akhir pekan kemarin, berjalan jauh dari yang diperkirakan, seiring Trump menunda tahap selanjutnya dari kebijakan tarif serta sekaligus membuka kemungkinan terjalinnya hubungan antara perusahaan AS dengan raksasa teknologi Cina Huawei, akan tetapi masih belum terbuka cukup ruang untuk tercapainya kesepakatan dagang di antara keduanya.

Yen Jepang yang biasa menjadi incaran para investor saat ingin mengalihkan dana mereka ke aset safe haven, mencatat pelemahan terhadap US Dollar hingga 0.6% ke kisaran 108.53, yang merupakan level terlemah Yen sejak pertengahan Juni lalu.

Sementara Aussie yang sangat sensitif terhadap laju ekonomi Cina sebagai mitra dagang utama mereka, terkoreksi 0.4% akibat dari melemahnya aktivitas pabrik di Cina selama bulan Juni. Sedangkan hingga saat ini, Poundsterling telah melemah 0.2% terhadap Greenback di kisaran 1,2670.

Sejumlah rilis data makro dari AS, termasuk data Non-Farm Payroll serta aktivitas manufaktur, akan menghiasi pergerakan pasar selama pekan ini guna memberikan petunjuk sampai sejauh mana langkah Federal Reserve untuk mengimplementasikan pelonggaran kebijakan moneter mereka.

Koji Fukaya, direktur FPG Securities mengatakan bahwa panduan pelonggaran kebijakan moneter dari sejumlah pejabat The Fed serta data ekonomi pekan ini, akan membantu pasar untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai apakah bank sentral AS tersebut akan menurunkan suku bunga di pertemuan kebijakan bulan Juli ini.(WD)

Related posts