Japan Core Machinery Orders Secara Tidak Terduga Naik Di Bulan februari

Laju pesanan mesin inti Jepang di bulan Februari secara tidak terduga dilaporkan naik, sehingga menunjukkan bahwa investasi bisnis tetap tangguh, bahkan disaat perusahaan tengah bersiap terhadap guncangan besar yang melanda permintaan akibat pandemi virus.

Data Core Machinery Orders yang merupakan salah satu data yang sangat fluktuatif dan dianggap sebagai indikator belanja modal dalam enam hingga sembilan bulan mendatang, dilaporkan naik 2.3% di bulan Februari dari bulan sebelumnya.

Laju kenaikan tersebut mengikuti kenaikan sebelumnya sebesar 2.9% di bulan Januari dan lebih baik dari perkiraan penurunan 2.7% dari para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Banyak analis memperkirakan ekonomi global akan tergelincir ke dalam resesi karena dampak meluas dari pandemi, yang telah memicu gejolak pasar keuangan dalam beberapa pekan terakhir, menyusul investor yang bersiap menghadapi kontraksi ekonomi yang tajam.

Para analis memperkirakan tekanan di sektor konsumsi akibat pandemi yang semakim memburuk dalam beberapa bulan mendatang, setelah Perdana Menteri Shinzo Abe yang telah menyerukan kondisi darurat sehingga melumpuhkan aktifitas di sejumlah kota besar di Jepang.

Seorang ekonom Jepang di Capital Economics, Tom Learmouth mengatakan bahwa jika mengingat indikator aktifitas lain serta survei manufaktur mampu bertahan dengan baik, maka ketahanan pesanan mesin Jepang di bulan Februari lalu dinilai bukanlah sesuatu yang mengejutkan, namun penurunan tajam di data yang sama nampaknya akan tercermin di bulan Maret, dan diperkirakan akan mengalami penurunan 3% di tingkat kuartal dalam investasi non-perumahan di periode triwulan ini.

Perdana Menteri Shinzo Abe telah meluncurkan paket stimulus hampir $1 triliun pada hari Selasa yang mencakup 39.5 triliun Yen ($363 miliar) dalam pengeluaran fiskal langsung, yang sebagian besar dipergunakan untuk mengimbangi kerusakan langsung dari pandemi.

Sebuah survei dari Bank of Japan menunjukkan bahwa pada periode kuartal pertama tahun ini, kepercayaan bisnis Jepang memburuk ke level terendahnya dalam tujuh tahun terakhir.

Secara sektoral, pesanan produsen turun 1.7%, terbebani oleh bahan kimia, sementara pesanan inti dari sektor jasa naik 5.0%, dipimpin oleh kenaikan dalam bisnis transportasi dan pos.

Setelah melakukan pelonggaran kebijakan moneter di bulan lalu, Bank of Japan dijadwalkan mengadakan pertemuan berikutnya dalam tiga pekan dengan janji akan membeli dana yang diperdagangkan di bursa sebanyak dua kali lipat dari saat ini.

Analis melihat ekonomi Jepang, yang menyusut pada kuartal terakhir tahun lalu, berkontraksi selama dua kuartal berikutnya karena pandemi memburuk.

Jika diukur dari tahun sebelumnya data pesanan mesin inti Jepang telah turun 2.4% di bulan Februari, yang sejalan dengan perkiraan penurunan 2.9% dalam jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, menyusul penurunan 0.3% di bulan Januari di tingkat tahunan.(WD)

Related posts