Header Ads

Japan Wholesale Prices Mencatat Penurunan

Data yang dirilis oleh Bank of Japan menunjukkan bahwa harga grosir Jepang untuk bulan November mengalami penurunan hingga 2.2% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Hal ini menandai penurunan terbesar dalam enam bulan akibat derita berkepanjangan yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona sehingga membuat ekonomi berada di bawah tekanan deflasi.

Namun demikian sejumlah barang mengalami rebound harga, yang didukung oleh peningkatan laju permintaan produk mobil secara global, dan menunjukkan pemulihan bertahap dalam perdagangan mendukung ekonomi yang bergantung pada ekspor.

Sementara itu indeks harga barang perusahaan (CGPI), yang mengukur harga yang dikenakan diantara perusahaan untuk produk barang dan jasa, dilaporkan mengalami penurunan yang sesuai dengan perkiraan median pasar.

Penurunan harga grosir di bulan November ini mengikuti penurunan sebelumnya di 2.1% pada bulan Oktober, sekaligus juga menandai laju penurunan di tingkat tahunan terbesarnya sejak mengalami penurunan sebesar 2.8% pada bulan Mei lalu.

Secara keseluruhan penurunan harga grosir terbebani oleh merosotnya biaya minyak, selain itu tekanan ini juga didapat dari kenaikan harga mesin, logam nonferrous serta barang lainnya yang digunakan untuk produksi mobil.

Fluktuasi harga grosir dianggap sebagai salah satu indikator utama bagi indeks harga konsumen, yang memang diawasi secara ketat oleh Bank of Japan sebagai tolok ukur utama mereka dalam memutuskan kebijakan moneternya.

Setelah mengalami pemulihan di periode Juli-September, setelah mengalami kontraksi terburuk pasca perang di kuartal kedua, seiring dukungan meningkatnya ekspor dan konsumsi, maka laju pertumbuhan ekonomi di negara ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut kemungkinan akan berjalan secara moderat seiring banyak analis yang memperkirakan adanya gelombang ketiga dari infeksi Covid-19.(WD)

Related posts