Jepang Mempertahankan Outlook Ekonomi Secara “Moderat” Meski Ada Resiko Global

Pemerintah Jepang mempertahankan penilaian ekonomi pada bulan Juni, setelah merevisinya turun dua kali dalam tiga bulan terakhir, bahkan ketika perang perdagangan AS-China semakin meningkat yang dapat menimbulkan korban lebih besar pada pertumbuhan global.

Risiko terhadap prospek ekonomi dapat menambah tekanan bagi pemerintah untuk mendorong pengeluaran guna mengimbangi potensi pukulan dari rencana kenaikan pajak penjualan pada bulan Oktober.

“Ekonomi Jepang pulih pada kecepatan moderat, sementara kelemahan dalam ekspor dan produksi industri terus berlanjut,” kata pemerintah dalam laporan Juni yang dirilis pada hari Selasa, mempertahankan pandangannya dari bulan lalu.

Pemerintah menurunkan pandangannya untuk ekonomi terbesar ketiga di dunia pada bulan Maret dan Mei.

Laporan dibulan Juni masih menunjukan bahwa ekspor dan output tetap lemah, serta pandangannya bahwa belanja modal meningkat pada kecepatan yang moderat.

“Kelemahan dalam ekspor karena perlambatan ekonomi Tiongkok dan penyesuaian inventaris barang-barang yang berhubungan dengan teknologi informasi,” kata seorang pejabat pada briefing tentang laporan tersebut.

Tetapi pemerintah meningkatkan pandangannya tentang laba perusahaan untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, dengan mengatakan mereka memegang teguh pada tingkat tinggi.

Serta mempertahankan penilaiannya bahwa permintaan domestik tetap cukup kuat untuk mengimbangi beberapa tekanan dari ekspor yang lebih lemah, yang akan membantu menjaga pemulihan Jepang tetap utuh, dengan konsumsi swasta meningkat.

Ekonomi tumbuh 2.2% dalam (yoy) di kuartal pertama karena belanja modal yang kuat, meskipun analis memperkirakan ketegangan perdagangan tetap menjadi hambatan pada pertumbuhan.

Related posts