Jerman Tengah Menyusun Langkah Untuk Mendorong Laju Ekonomi Mereka

Pemerintah Jerman telah mengumumkan sejumlah langkah-langkah termasuk investasi tambahan selama empat tahun kedepan guna memberikan dorongan bagi perekonomian mereka seiring penyebaran virus corona yang semakin merebak di kawasan Eropa menyusul penutupan seluruh kota di Italia.

Pihak koalisi pemerintahan Angela Merkel dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa sebagai akibat dari wabah virus corona, maka mereka harus menjalankan langkah-langkah agar supaya tidak ada perusahaan di Jerman yang akan bangkrut dan tidak ada banyak lapangan pekerjaan yang akan hilang.

Mereka memutuskan untuk meningkatkan investasi sebesar 3.1 milliar Euro di setiap tahunnya yang akan dimulai dari 2021 hingga 2024.

Sementara bantuan senilai 12.4 milliar Euro akan diinvestasikan dalam proyek-proyek beroientasi masa depan seperti rute lalu lintas modern, perumahan yang terjangkau, strategi digital dan artificial intellegent.

Sebuah langkah lainnya yang dimaksudkan untuk mengurangi guncangan ekonomi akibat COVID-19, pihak koalisi memutuskan untuk meningkatkan manfaat kerja jangka pendek mereka, sehingga mampu melindungi lapangan pekerjaan dan memberikan dukungan bagi para pengusaha.

Berdasarkan ketentuan baru yang diputuskan, perusahaan dapat mengklaim tunjangan kerja jangka pendek hanya jika memberikan pengaruh bagi 10% dari total jumlah tenaga kerja. Selanjutnya para pekerja sementara juga dapat mengajukan klaim tunjangan kerja jangka pendek mulai saat ini.

Selain itu pihak koalisi juga memutuskan bahwa Jerman akan menerima 1000 hingga 1500 anak-anak dari kamp-kamp pengungsi di Yunani yang membutuhkan perawatan darurat karena penyakit serius atau tidak didampingi dan yang masih berusia di bawah 14 tahun, yang kebanyakan adalah anak perempuan.

Sementara itu data terbaru yang dirilis oleh lembaga Destatis menunjukkan bahwa negara ekonomi terbesar di kawasan Eurozone, mengalami stagnansi di periode kuartal terakhir tahun lalu, di tengah konsumsi swasta yang lebih lemah dan laju ekspor yang mengalami penurunan.

Ekonomi Jerman yang berorientasi ekspor sudah mempersiapkan diri untuk menerima pukulan yang besar akibat wabah virus corona, yang semakin meluas penyebarannya serta menyebabkan gangguan terhadap rantai pasokan di seluruh dunia.(WD)

Related posts